Tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati sudah terangkut. Kini di lokasi, hanya tersisa tanah bekas tumpukan sampah tersebut.
Pantauan detikcom di lokasi, Jumat (10/4/2026) pukul 09.20 WIB, terdapat alat berat berupa eskavator di lokasi bekas tumpukan sampah. Dua truk besar berwarna hijau yang digunakan untuk mengangkut sampah pun masih terparkir.
Tembok-tembok pembatas yang menjadi dinding penahan sampah pun kini sudah bisa terlihat jelas. Sebelumnya tembok ini tak terlihat bahkan sempat jebol akibat tingginya tumpukan sampah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa bagian tembok ada yang belum terpasang karena ambruk beberapa waktu lalu. Namun, di lokasi sudah tampak sejumlah pekerja yang tengah memperbaiki bagian tembok yang rusak.
Kondisi terkini Pasar Kramat Jati yang sudah bersih dari tumpukan sampah (Kurniawan Fadilah/detikcom) |
Berdasarkan data yang diperoleh detikcom dari Sekretaris Perusahaan Perumda Pasar Jaya Imam Kurniawan, pengangkutan dilakukan selama 8 hari, mulai dari 2 hingga 9 April 2026. Berikut pola pengangkutan yang dilakukan:
1. 2 April 7 rit (5 Typar 2 Tronton),
2. 3 April 14 rit (6 Typar 8 Tronton),
3. 4 April 16 rit (2 Typar 14 Tronton)
4. 5 April 39 rit (1 Typar 38 Tronton)
5. 6 April 36 rit (36 Tronton)
6. 7 April 34 rit (34 Tronton)
7. 8 April 30 rit (30 Tronton)
8. 9 April 22 rit (22 Tronton)
Diketahui, dalam upaya percepatan tersebut, Pasar Jaya mengerahkan puluhan armada pengangkut sampah setiap hari. Rata-rata terdapat sekitar 40 ritase pengangkutan sampah per hari.
Dengan kapasitas tersebut, volume sampah yang bisa diangkut mencapai 600-700 ton setiap hari. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya normalisasi kondisi lingkungan pasar yang sempat dipenuhi tumpukan sampah.
Selain mengangkut sampah ke tempat pengolahan, Pasar Jaya tengah menyiapkan solusi jangka panjang guna mengatasi persoalan serupa agar tidak terulang. Salah satu upaya yang sedang disiapkan adalah pengoperasian mesin insinerator atau mesin pembakar sampah di area pasar. Namun, saat ini alat tersebut masih dalam tahap uji coba (trial).
Simak juga Video 'Pemerintah Percepat Proyek Sampah Jadi Listrik':












































