Wamensos Minta Pemda Perkuat Koordinasi Program Sekolah Rakyat hingga DTSEN

Wamensos Minta Pemda Perkuat Koordinasi Program Sekolah Rakyat hingga DTSEN

Hana Nushratu Uzma - detikNews
Jumat, 10 Apr 2026 09:17 WIB
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono
Foto: Kemensos
Jakarta - Wakil Menteri Sosial RI (Wamensos) Agus Jabo Priyono mendorong penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pelaksanaan program prioritas.

Program tersebut meliputi pembangunan Sekolah Rakyat tahun 2026, pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), serta pengembangan program pemberdayaan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Agus menegaskan Sekolah Rakyat merupakan program prioritas Presiden yang menyasar anak-anak dari keluarga miskin pada desil 1 dan desil 2.

"Sekolah Rakyat ini bukan berbasis pendaftaran, tetapi berbasis rekrutmen menggunakan data DTSEN, sehingga benar-benar menyasar mereka yang paling membutuhkan," tegas Agus, dalam keterangan tertulis, Jumat (10/4/2026).

Agus juga menekankan pentingnya integrasi program berbasis data. Secara tidak langsung, Agus menegaskan kualitas DTSEN menjadi fondasi utama dalam memastikan seluruh intervensi sosial berjalan tepat sasaran.

"Kami ingin memastikan seluruh program sosial terintegrasi, tepat sasaran, dan berdampak nyata melalui penguatan koordinasi pusat dan daerah," kata Agus.

Terkait kendala koordinasi di lapangan, Agus mengarahkan agar pemerintah daerah (Pemda) dapat berkoordinasi lebih lanjut dengan unit teknis terkait di Kemensos.

Sementara, perwakilan Sekretariat Bersama Sekolah Rakyat Herman Koswara menyampaikan usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Maluku Tenggara telah masuk dalam Tahap III tahun 2026 dengan luas lahan sekitar 10 hektare.

"Kami mendorong agar seluruh kesiapan administratif, termasuk legalitas lahan dan dokumen lingkungan, dapat segera diselesaikan agar pembangunan berjalan sesuai tahapan," ujar Herman.

Herman juga menegaskan secara tidak langsung kesiapan administrasi menjadi faktor krusial dalam memastikan implementasi program Sekolah Rakyat berjalan tepat waktu dan sesuai perencanaan.

Bupati Pemalang Anom Widiyantoro melaporkan usulan Sekolah Rakyat di wilayahnya juga telah masuk dalam Tahap III tahun 2026, dengan kesiapan lahan serta proses AMDAL yang sedang berjalan.

"Pemerintah daerah siap mendukung penuh program prioritas nasional, termasuk Sekolah Rakyat, melalui kesiapan lahan, penguatan data, dan sinergi lintas sektor," ujar Anom.

Anom menyampaikan Pemalang terus melakukan pemutakhiran DTSEN melalui koordinasi dengan Pusat Data dan Informasi Kemensos, serta tengah menyiapkan reaktivasi Penerima Bantuan Iuran (PBI) bagi sekitar 46.000 jiwa.

Selain itu, ia melaporkan bahwa penanganan hunian tetap bagi korban banjir berjalan dengan baik.

Di sektor pemberdayaan, Anom juga menyinggung tantangan program anyaman pelepah pisang yang terkendala faktor cuaca, meskipun telah mendapat dukungan mesin pemintal dari Kemensos.

Menurut Anom, hal ini menunjukkan perlunya dukungan berkelanjutan agar program pemberdayaan dapat semakin optimal.

Sementara itu, Bupati Maluku Tenggara M Thaher Hanubun mengusulkan dukungan sarana produksi berupa mesin pemarut singkong untuk mendukung pengembangan pangan lokal.

"Kami berharap adanya dukungan alat produksi agar potensi lokal dapat dikembangkan menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat," ujar Thaher.

Thaher secara tidak langsung menekankan penguatan ekonomi berbasis potensi lokal menjadi strategi penting dalam meningkatkan kemandirian masyarakat di daerah.

Dalam diskusi, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pemalang turut menyampaikan sejumlah kendala di lapangan, antara lain tantangan koordinasi dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) serta kebutuhan rotasi pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

Hal tersebut menunjukkan penguatan koordinasi lintas sektor dan dukungan terhadap pendamping sosial masih menjadi kebutuhan penting dalam pelaksanaan program di tingkat daerah.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pemberdayaan Sosial Masyarakat Adrianus Ala menyampaikan upaya penguatan pemberdayaan melalui pembentukan kelompok masyarakat berbasis data.

"Kami akan mendorong pembentukan kelompok masyarakat berbasis DTSEN, sehingga intervensi pemberdayaan dapat lebih terarah dan menyasar desil 1 hingga 4," ujarnya.

Adrianus juga menegaskan secara tidak langsung bahwa pendekatan berbasis komunitas menjadi strategi penting dalam memperluas dampak program pemberdayaan secara berkelanjutan.

Sebagai informasi, audiensi tersebut dihadiri oleh Bupati Pemalang Anom Widiyantoro didampingi Kepala Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Mu'minun, serta Bupati Maluku Tenggara M Thaher Hanubun bersama jajaran. Wamensos Agus Jabo turut didampingi oleh pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Kemensos.

Simak juga Video 'Kemensos Kaji Pengadaan Mobil Listrik untuk Operasional Sekolah Rakyat':

(hnu/ega)



Berita Terkait