KSAD: Pemerintah Maksimal Jadikan Prajurit TNI Profesional
Senin, 22 Okt 2007 19:10 WIB
Jakarta - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Djoko Santoso menilai pemerintah telah maksimal menjadikan prajurit TNI profesional, walau anggarannya terbatas. Untuk itu, diharapkan kondisi akan lebih membaik lagi bila perekonomian Indonesia juga ikut membaik."Saya melihat pemerintah sudah semaksimal mungkin membiayai TNI. Uang Lauk Pauk (ULP) prajurit dinaikkan. Ke depan kami kira kalau keadaan perekonomian membaik, maka alutsista juga akan makin baik," kata Djoko Santoso usai meninjau latihan pasukan Satgas Batlayon Mekanis Kontingen Garuda XXIII-B/Lebanon di Markas Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdikif), Cipatat, Padalarang, Bandung Barat, Senin (22/10/2007).Menurut Djoko, di dalam pasal 2D UU 34/2004 tentang TNI, dinyatakan salah satu jati diri TNI adalah tentara profesional, yaitu tentara yang terlatih, terdidik, diperlengkapi secara baik, tidak berpolitik praktis, tidak berbisnis, dan dijamin kesejahteraannya, serta mengikuti kebijakan politik negara yang menganut prinsip demokrasi, supremasi sipil, hak asasi manusia, ketentuan hukum nasional, dan hukum internasional yang telah diratifikasi.Diakui Djoko, dengan definisi seperti itu, maka tugas pemerintah yang menjadikan prajurit TNI profesional dengan membiayai agar terdidik, terlatih, memiliki perlengkapan yang baik serta dijamin kesejahteraannya. Namun, jati diri TNI lainnya adalah tentara pejuang yang takkan menyerah dengan keterbatasan yang ada."Jadi kita tidak perlu kecil hati kalau kurang tank dan gaji," jelasnya.Ketika ditanya sejauhmana kesejahteraan prajurit TNI saat ini, Djoko mengakui, prajurit masih kekurangan, seperti soal gaji yang harus dicukup-cukupkan untuk membiayai kehidupan diri serta keluarganya.Bila saat ini ada sebagaian kalangan yang mengkritik TNI belum profesional, Djoko menerima pendapat seperti itu. Menurutnya, kritik tersebut akan dijadikan masukan untuk memperbaharui kebijakan TNI. Bahkan, Djoko menghargai kritikan tersebut, karena merupakan bukti perhatian masyarakat yang besar pada TNI."Makanya kami berjiwa besar menerimanya. Namun kami harap rakyat tetap mau bersatu dengan TNI. Karena angkatan bersenjata hanya akan kuat bila didukung rakyatnya," pungkasnya.
(zal/ary)











































