Etnisitas Dalam Pilkada Sumsel Bisa Picu Konflik Horizontal
Senin, 22 Okt 2007 15:43 WIB
Palembang - Berbagai kelompok etnis bermunculan saling mendukung cagub dalam Pilkada Sumatera Selatan (Sumsel). Hal ini dikhawatirkan akan mendorong lahirnya konflik horinzontal. "Saya sangat khawatir dengan fenomena ini. Saya takut sekali peristiwa politik pada 2008 di Sumsel nanti akan memunculkan konflik horizontal, yang menyebabkan rakyat menjadi korban," kata pengamat politik dari Universitas Sriwijaya Alfitri kepada detikcom, Senin (22/10/2007). "Memang kelompok pendukung itu tidak menyebutkan secara langsung soal etnis tertentu mendukung si calon, tapi kalau organisasinya menyangkut etnis lalu menyatakan dukungan, ya, sama saja," kata Alfitri. Menurut Alfitri, sebaiknya kelompok pendukung itu lebih menyoroti atau memberikan alasan dukungan terkait program atau agenda kerja yang akan dilakukan si calon. Beberapa waktu lalu, Pusat Studi dan Kajian Strategis Kesultanan Palembang Darussalam (Puskas-KPD) memberikan dukungan kepada pasangan Alex Noerdin-Eddy Yusuf sebagai bakal calon kepala daerah Sumsel periode 2008-2013. Pernyataan dukungan yang dilangsungkan di halaman Museum Sultan Mahmud Badaruddin II itu, juga dihadiri Raden Mas Syafei Prabu Diraja, salah satu Sultan Palembang saat ini dengan gelar Sultan Mahmud Badaruddin III, serta ribuan warga Palembang. "Meskipun tidak menyebutkan "suku Palembang" mendukung Alex-Eddy, tapi masyarakat Sumsel menangkap itu merupakan dukungan penuh wong Palembang terhadap pasangan itu. Sebab ada simbol etnis Palembang, dan dihadiri Sultan Mahmud Badaruddin III," kata Alfitri. Sebelumnya, Syahrial Oesman juga mendapatkan dukungan dari sejumlah organisasi berbasis etnisitas, seperti organisasi Fokku (Forum Kerukunan Keluarga Komering) berbasis etnis Komering, juga berbasis etnis Jawa, atau Besemah. Sebagai informasi, di Sumatra Selatan, memang terdapat banyak etnisitas, seperti Palembang, Komering, Besemah/Pasemah, Kikim, Ogan, Rawas, Kisam, dan lainnya. Sementara organisasi berbasis etnis, antara Fokku (Forum Kerukunan Keluarga Komering), Pujakesuma (Putra Jawa Kelahiran Sumatera), Ikatan Keluarga Lekipali (Lematang, Kikim, Pasemah, Lintang), (IKM) Ikatan Keluarga Minang, KKP (Kerukunan Keluarga Palembang).
(tw/djo)











































