KNKT: Kecelakaan Garuda Yogya Bukan karena Human Error
Senin, 22 Okt 2007 14:54 WIB
Jakarta - Pilot dan ko pilot penerbangan Garuda yang celaka di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta pada 7 maret 2007 banyak disebut-sebut terlibat dalam laporan hasil final penyelidikan KNKT. Tetapi, KNKT menolaknya."Kesalahan tidak seratus persen pilot. Ini adalah sistem yang saling menunjang ," ujar Ketua KNKT Tatang Kurniadi dalam jumpa pers di Gedung Dephub, Jalan Medan Merdeka Barat, Senin (22/10/2007).Tatang menambahkan, jika pihaknya tidak mau menggunakan terminologi human error karena tidak ingin perbaikan sistem keamanan penerbangan berjalan di tempat.Tatang melanjutkan perbaikan harus menyentuh seluruh aspek sistem di dunia penerbangan."Kalau kita rekomendasikan human error, maka keinginan kita untuk memperbaiki sistem penerbangan menjadi kabur. Kita ingin sesuatu yang pasti dan tidak mengambang," kata Tatang.Oleh karena itu, lanjut Tatang, rekomendasi yang diberikan KNKT menyentuh banyak sistem, tidak hanya pilot belaka.Tatang menjelaskan, beberapa rekomendasi diberikan KNKT untuk meningkatkan standar keamanan penerbangan antara lain pada pihak pengelola Bandara Adi Sucipto, dan Garuda Indonesia yang sudah mendapat tanggapan dengan membuat pengumuman ko pilot harus mengambil alih tugas pilot bila terjadi approach tidak stabil."Garuda menyebutkan, pengumuman pada para penerbang yang menegaskan bahwa penerbang pembantu harus mengambil alih kemudi pesawat dan melakukan go around bilamana terjadi approach yang tidak stabil," pungkas Tatang.
(nik/ana)











































