Program TPS Dinas Kebersihan DKI Menuai Protes

Program TPS Dinas Kebersihan DKI Menuai Protes

- detikNews
Senin, 22 Okt 2007 13:13 WIB
Jakarta - Dinas Kebersihan Pemprov DKI Jakarta diminta menghentikan program tempat pembuangan sampah (TPS) indoor dan outdoor-nya. Program itu dinilai tidak relevan dalam persampahan dan hanya menghambur-hamburkan uang.Protes terhadap program tersebut disampaikan lewat demo sekitar 20 anggota Forum Komunikasi LSM Jakarta di depan Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Senin (22/10/2007) pukul 12.15 WIB. Mereka menuntut agar Pemprov meninjau program tersebut dan meminta seluruh kegiatan Dinas Kebersihan DKI diaudit, baik yang sudah berjalan maupun yang sedang berlangsung."Mereka seperti menganggap tidak ada masalah dalam masalah sampah di ibukota," kata Ketua LSM Transparansi Center, Nelson Pakpahan, di sela aksi demo itu.Padahal masih banyak sampah di Jakarta. Hasil pengamatan mereka membuktikan dari anggaran yang disediakan Rp 62 miliar untuk TPS indoor hanya terserap Rp 5,4 miliar. Ini terjadi karena pengusaha yang ditunjuk tidak mampu menyediakan barang produksi Cina sesuai kontrak. Anehnya pada 2007, tersedia dana sebesar Rp 45 miliar dan muncul sistem baru yaitu TPS outdoor.Mereka menduga Dinas Kebersihan hanya jadi arena mencari tambahan penghasilan bagi pengusaha dengan menciptakan program teknologi sampah.Di sela aksinya mereka meminta dipertemukan pimpinan DPRD dan komisi yang menangani kebersihan. Namun Wakil Ketua DPRD Ilal Farhat mendelegasikan masalah itu kepada Komisi D DPRD. Sayangnya, tidak ada satu pun anggota komisi tersebut yang tampak di gedung wakil rakyat itu. Pendemo akhirnya ditemui anggota DPRD Arif HR. Sementara pendemo masih berharap Ilal bersedia menemui mereka. (umi/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads