Sekolah Darurat Anak Pengungsi Kelud Sepi Peminat
Senin, 22 Okt 2007 09:04 WIB
Kediri - Sekolah darurat untuk anak-anak pengungsi dari warga lereng Gunung Kelud telah disiapkan. Namun pelaksanaannya tak sesuai rencana.Hingga Senin (22/7/2007) pagi ini hanya separuh dari total siswa yang seharusnya mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di pengungsian.Akibat tidak terpenuhinya jumlah siswa dari pengungsian, pelaksanaan sekolah darurat diputuskan digabung dengan siswa dari sekolah reguler tempat didirikannya pengungsian."Sebenarnya kita sudah sosialisasikan kepada pengungsi, jika KBM di daerah yang masuk kawasan rawan bencana (KRB) I dipindahkan ke lokasi pengungsian. Kita nggak ngerti kenapa masih sepi," kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Ngancar, Untung Suseno kepada detikcom di lokasi sekolah darurat, Senin (22/10/07).Berdasarkan pantauan detiksurabaya.com, penggabungan ini dikarenakan jumlah siswa dari pengungsian relatif sedikit. Bahkan, jumlahnya hanya separuh dari total siswa yang seharusnya melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) di pengungsian."Kami rasa untuk digabung lokal kelas masih mampu menampung, karena jumlahnya yang tidak begitu banyak," imbuh Untung.Data jumlah siswa yang seharusnya menjalani KBM di pengungsian dari Desa Sugihwaras dan Sempu Kecamatan Ngancar seharusnya mencapai 799 siswa. Jumlah itu merupakan perincian 388 siswa dari Desa Sugihwaras dan 411 siswa dari Desa Sempu.Namun hari ini jumlah siswa yang menjalani KBM di sekolah darurat hanya 132 siswa dari Desa Sugihwaras dan 135 siswa dari Desa Sempu.Sementara materi yang diberikan dalam sekolah darurat bagi anak-anak pengungsian hari ini lebih ditekankan pada pembinaan mental. Teknisnya, anak-anak akan diajak sejenak melupakan kesedihanya akibat mengikuti orangtuanya tinggal di pengungsian."Mungkin nanti akan diberikan dongeng, menyanyi dan lain hal," kata Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah Cabang Ngancar, Warsito.Warsito menambahkan, KBM efektif dengan pelajaran akan dikebut setelah pengungsian selesai."Tidak mungkin jika dipengungsian kita forsir mereka dengan pelajaran. Nanti saja setelah selesai mengungsi, kita akan kebut," lanjut Warsito.Berita selengkapnya mengenai perkembangan aktivitas Gunung Kelud bisa dibaca di www.detiksurabaya.com
(mar/mar)











































