Pemerintah Kabupaten Serang mengatakan baru 15 dari 29 kecamatan di Kabupaten Serang yang telah bebas dari perilaku buang air besar sembarangan (BABS). Pemkab menargetkan semua wilayah bebas BABS pada 2029.
Pemkab mengatakan selama dua tahun terakhir terjadi penurunan BAB sembarangan di wilayah Kabupaten Serang. Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, mengatakan pihaknya akan melakukan sejumlah upaya agar masyarakat tak BAB sembarangan.
"Hari ini saya hadir di sini dalam rangka membuka giat rakor pengendalian dan advokasi penyakit dan tentu Rakor Kabupaten Serang Sehat. Masih ada kurang lebih 60 desa yang masyarakatnya masih buang air besar sembarangan. Tentu saya secara pribadi dan pemerintah daerah akan terus mengintervensi," ucap Zakiyah seusai Rapat Koordinasi Kabupaten/Kota Sehat (KKS) di Kabupaten Serang, Selasa (7/4/2026).
Zakiyah menyebutkan anggaran 2026 masih kecil karena kondisi fiskal yang kurang. Dia mengaku akan mengajak pihak swasta untuk menyalurkan corporate social responsibility (CSR) demi pembangunan jamban.
"Sehingga nanti kita intervensi untuk membangun mandi cuci kakus (MCK) atau jamban pada rumah warga yang belum memiliki toilet. Itu salah satu upaya kita sehingga nanti masyarakat tidak lagi buang air sembarangan," ujarnya.
Dia menargetkan Kabupaten Serang bisa bebas BAB sembarangan sebelum jabatannya berakhir. Dia mengatakan semua pihak harus bekerja sama mendukung program tersebut.
"Kita harus melakukan gimana caranya supaya perilaku hidup sehat itu bisa kita tindak lanjuti, khususnya warga yang biasa melakukan hal itu. Jadi saya yakin kalau kita nanti lebih masif, warga juga pasti ke depan akan berpikir lebih modern karena semakin lama manusia akan berpikir lebih realistis," ujarnya.
Tonton juga video "Resmikan Septic Tank Komunal, Pramono: BAB Sembarangan di Jaktim 0%"











































