Joki Kembali Melambai di Mulut 3 in 1

Joki Kembali Melambai di Mulut 3 in 1

- detikNews
Senin, 22 Okt 2007 09:39 WIB
Jakarta - Mobil-mobil klimis membelah Jakarta berkonvoi di sepanjang jalur utama. Bukan iring-iringan festival, melainkan tengah bersabar di tengah macet Jakarta. Perlahan, sebagian moda transportasi tersebut memasuki jalur utama yang terbesut 3 in 1.Jadi, eiittt, tunggu dulu. Periksa jumlah kepala dalam mobil. Ada tiga jumlahnya atau kurang. Bila cuma berdua atau sendiri, tengoklah ke tepi jalan sebelum memasuki 3 in 1. Ada jasa penawaran joki yang akan melengkapi perjalanan.Jumlahnya tidak sedikit. Bisa mencapai puluhan, dari anak kecil ibu-ibu hingga lelaki dewasa. Meski tidak ada ID card khusus, lambaian tangannya mudah dikenali. Pakaiannyapun sederhana, berkaos casual dan bercelana jins. Yang ibu-ibu, terkadang menggendong anak yang masih kecil."Saya sudah berdiri selama dua jam. Tapi belum dapat mobil," kata Dwi (29), salah satu joki 3 in 1 yang mangkal di depan Jakarta Design Centre (JDC), Jl Gatot Subroto, Jakarta, Senin (22/10/2007).Kalaupun dapat mobil, imbuh Dewi, tak ada patokan harga yang pasti. Sehingga penghasilan tak dapat diukur dan pas-pasan. Kadang sedikit, kadang melimpah. Selain saking banyaknya orang yang berprofesi jadi joki tentunya."Sekarang kebanyakan milih anak kecil. Nggak banyak nawar. Dikasih Rp 10.000 sudah mau. Kalau yang gede suka nawar, tergantung jauh dekat," cerita Dewi.Menurut pengakuannya, sehari ia dapat membawa pulang Rp 30.000 hingga Rp 50.000. Itu belum terhitung ketiban durian runtuh, bila mendapat pengemudi dermawan dan memberi Rp.50.000 sekali jalan. Bahkan, sempat ia terima hingga Rp 100.000 menjelang Lebaran kemarin. "Katanya untuk THR," imbuh Dewi sumringah.Namun, joki tetap saja joki yang pobi melihat Satpol PP karena masih ilegal. Seperti yang terlihat pagi ini di tempat mangkal Dewi. Sejumlah joki melihat mobil Toyota Kijang terbuka berisi 6 petugas Satpol PP. "Satpol...Satpol...," teriak beberapa joki.Dan para joki itu kembali berhamburan. Sebagian bergabung dengan para penumpang bus, menghilang ditengah keramaian. Padahal, mobil berwarana biru gelap itu hanya melintas. (Ari/sss)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads