Turunkan Kriminalitas, Polisi Diminta Data Setiap Geng Motor

Turunkan Kriminalitas, Polisi Diminta Data Setiap Geng Motor

- detikNews
Senin, 22 Okt 2007 08:00 WIB
Jakarta - Kriminalitas yang melibatkan geng motor semakin sering terjadi. Peristiwa terakhir terjadi di Cirebon dan Bandung, Jawa Barat.Menurut kriminolog dari Universitas Padjadjaran Yesmil Anwar, sebenarnya geng motor merupakan kegiatan yang sehat-sehat saja. Namun karena kegiatan tersebut tidak mendapat respons, akhirnya melenceng ke arah yang negatif."Di seluruh dunia pasti ada itu geng atau gerombolan. Namanya anak muda. Tapi bagaimana menciptakan sebuah kelompok yang sehat itu yang penting," kata Yesmil kepada detikcom, Senin (22/10/2007).Yesmil mengatakan, keterlibatan geng motor tidak dapat sepenuhnya disalahkan karena kriminalitas yang dilakukan. Menurut dia, geng motor yang negatif merupakan produk dari kondisi lingkungan saat ini."Mereka tidak punya tempat untuk mengekspresikan diri, jadi ya mereka mencari jalan lain. Misalnya mereka trek-trekan di jalan. Itu karena tidak ada tempat bagi mereka," ujarnya.Untuk itu, solusi agar angka kriminalitas yang dilakukan mereka menurun, polisi harus bertindak lebih tegas. Lebih penting dari itu, aparat hendaknya mendata geng-geng motor yang ada di setiap kota."Kemudian diberi penyuluhan dan sosialisasi. Ditunjukkan mana yang melanggar hukum dan tidak. Dan tunjukkan juga hukuman bagi mereka yang melanggar. Jangan hanya karena anak pejabat atau orang kaya, pelaku kriminalitas dapat dibebaskan dengan uang tebusan," bebernya.Di Bandung seorang pemuda bernama Putu Ogik Suwarsana (21) tewas setelah ditusuk dengan benda tajam. Meski polisi belum memastikan, pelaku penusukan diduga segerombolan geng motor.Sementara itu di Cirebon, puluhan anggota geng motor menganiaya Mar (17) tanpa sebab yang jelas. (ken/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads