Kuaci Jadi Kedok Baru Jual Diri di Malaysia

Kuaci Jadi Kedok Baru Jual Diri di Malaysia

- detikNews
Sabtu, 20 Okt 2007 16:21 WIB
Kuala Lumpur - "Kuacinya, Om," tawar seorang gadis berusia 20-an kepada pria yang sedang duduk sendiri di sebuah tempat makan. Tapi awas! Selain membuat ketagihan, kuaci itu hanya akal-akalan para penjaja seks.Begitulah cara baru para penjaja seks yang kebanyakan asal Cina itu menggaet pria-pria hidung belang di Malaysia.Biasanya mereka berkumpul di restoran atau coffee shop. Layaknya seorang penjual keliling, para wanita-wanita muda itu menawarkan kuaci dari satu meja ke meja lainnya. Biasanya 1 bungkus kuaci dihargai Rp 2.500-5.000.Diberitakan The Star, Sabtu (20/10/2007), gaya penjaja seks ini bisa ditemukan salah satunya di daerah Klang Valley, Malaysia. Jjika ada pria berminat, mereka akan duduk semeja dengan pria tersebut. Biasanya pria tersebut akan memberikan makanan dan minuman pada wanita itu. Ngobrol ngalor-ngidul hampir 1,5 jam, perbincangan biasanya berlanjut dengan menawarkan layanan seks. Mereka biasanya memberikan nomor HP, kemudian berpindah ke meja lainnya.Pria hidung belang biasanya akan menunggu hingga ada wanita yang lebih sreg di hati. Kadang-kadang mereka biasanya hanya menggoda agar penjaja-penjaja seks itu mau bergabung di meja mereka. Tidak memakai jasa, tapi hanya sekadar duduk menemani. Yang tidak berani menelepon, dan hanya membeli kuaci juga tidak sedikit.Nah, jika ada pelanggan yang menelepon, biasanya penjaja seks tersebut akan menghilang dari restoran atau coffee shop tempat mereka bergerilya tadi. Menemui om-om yang berminat memakai jasa mereka. Menurut cerita beberapa karyawan restoran, biasanya wanita penjaja seks itu bekerja pada akhir pekan. Siang hari jumlahnya bisa 60 wanita, menjelang malam makin banyak."Kami juga heran, kenapa pihak imigrasi tidak ada yang mengambil tindakan," cetus seorang karyawan restoran bingung.Ke mana gerangan milisi bentukan Malaysia, Rela, yang kerap menyiksa TKI itu yah? (ana/sss)


Berita Terkait