Walah! Dipenjara Gara-gara Main Golf di Gurun Pasir
Sabtu, 20 Okt 2007 14:29 WIB
Kabul - Kini bukan hanya padang rumput temannya bola golf. Di padang pasir, bola golf juga bisa menjadi dimainkan. Tapi hati-hati, bisa masuk penjara karenanya.Ya, begitulah pengalaman yang dirasakan Mohammad Afzal Abdul. Warga Kabul, Afghanistan, pernah dijebloskan dua kali gara-gara bermain golf di padang pasir negeri itu.Pertama di awal tahun 1980-an saat Soviet menduduki Afghanistan dan oleh pemerintah Taliban 10 tahun kemudian. Abdul ditangkap saat bermain golf karena dikira mata-mata.Rupanya, dia bermain dengan temannya yang orang asing yang tergabung di Kabul Golf Club, kelompok golf satu-satunya di negeri yang konon pernah dijadikan tempat persembunyian Osama bin Laden tersebut. Nah, klub golf ini berada tepat di bawah dinding terjal Qargar Dam. Dari tempat itu bisa terlihat lembah terbuka yang langsung menghadap ibukota.Abdul yang kini menjadi pegolf profesional tidak membiarkan hotel prodeo memenjarakan dirinya dari hobinya. Dia tetap bermain golf di padang pasir.Taliban yang melarang masyarakat Afghanistan berolahraga, meski hanya bermain layang-layang, telah mangkat sejak tahun 2001. Namun saat ini dengan semakin banyaknya pemberontakan di negeri tersebut, banyak orang Afghan yang berserikat dengan orang asing dianggap mata-mata. Bahkan beberapa di antaranya dibunuh. Namun Abdul tak ingin pindah dari tanah tersebut."Ini tempat orang untuk bersenang-senang. Orang butuh hiburan meski sedang perang," ujar Abdul ringan.Tanah yang dijadikan lapangan golf 9 lubang merupakan tempat basis militer saat perang sipil 1990. Tempat itu sempat hancur berantakan karena dibom. Namun Taliban yang mengambil alih tanah itu sempat membuka basis di sana. Mereka membuat lapangan golf dan juga bendungan.Tempat itu kini sudah bersih dari ranjau darat. Beberapa jumput rumput tampak tumbuh. Selain menjadi lapangan golf, tanah tersebut kini menjadi tempat rekreasi favorit warga Afghan.
(ana/sss)











































