AS Bekukan Aset 7 Perusahaan & 11 Pejabat Myanmar

AS Bekukan Aset 7 Perusahaan & 11 Pejabat Myanmar

- detikNews
Sabtu, 20 Okt 2007 06:40 WIB
Washington - Sanksi baru Amerika Serikat (AS) menimpa 7 perusahaan dan 11 pejabat pemerintahan Myanmar. Semua aset perusahaan dan 11 pejabat itu --yang berada di AS-- dibekukan."Aset apapun yang merupakan milik pribadi dan lembaga itu, yang berada dalam yurisdiksi AS harus dibekukan, dan warga AS dilarang untuk bertransaksi atau berbisnis dengan mereka," bunyi Keputusan Presiden AS George W Bush yang dikeluarkan Jumat (19/10/2007) dan dilansir AFP, Sabtu (20/10/2007).Sanksi baru ini adalah, menurut Bush, sebagai bentuk pertanggungjawaban junta atas kekerasan yang terjadi September 2007 lalu. Keppres Bush itu menyatakan, junta telah menyalahgunakan aset milik rakyat untuk merepresi rakyat itu sendiri."Mendatangkan ancaman luar biasa terhadap keamanan nasional dan kebijakan luar negeri AS," bunyi lebih lanjut Keppres tersebut.Berikut 7 perusahaan yang kena sanksi tersebut:1. Htoo Trading Company Limited di Yangon2. Pavo Trading Pte Ltd di Singapura3. Air Bagan Holdings Pte Ltd (Air Bagan) di Singapura4. Air Bagan Limited (Air Bagan) di Myanmar5. Htoo Wood Products Pte Limited di Singapura dan Yangon6. Yuzana Company Limited (Yuzana Construction) di Yangon7. Zay Gabar Company (Zaykabar Company) Myanmar.11 Pejabat yang kena sanksi adalah:1. Brigjen Tin Naing Thein, Menteri Perdagangan2. Brigjen Thein Zaw, Menteri Telekomunikasi3. Majyjen Saw Tun, Menteri Pekerjaan Umum4. Chan Nyein, Menteri Pendidikan5. Kolonel Zaw Min, Menteri Energi Listrik6. Mayjen Hla Tun, Menteri Keuangan7. Mayjen Saw Lwin, Menteri Perindustrian8. Soe Tha, Menteri Perencanaan Pembangunan Ekonomi Nasional9. Thaung, Menteri Sains, Teknologi dan Tenaga Kerja10. Kyaw Myint, Menteri Kesehatan dan11. Brigjen Aung Thein Lin, Walikota Yangon.Departemen Keuangan AS juga sebelumnya telah melakukan hal yang sama terhadap 14 pejabat Myanmar, termasuk pemimpin junta Jenderal Than Shwe.Sanksi ini juga akan membuat raksasa energi AS, Chevron, akan menarik uangnya dari Myanmar setelah munculnya tuduhan perusahaan ini telah membiayai junta. Efek lain sanksi ini juga akan menghentikan impor batu mulia dari Myanmar melalui negara ketiga. (aba/aba)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads