Pemilu Thailand 23 Desember
Sabtu, 20 Okt 2007 01:05 WIB
Bangkok - Raja Thailand Bhumibol Adulyadej secara formal menyetujui Pemilu digelar 23 Desember 2007. Pemilu ini pertama kali digelar setelah kudeta militer tahun lalu.Raja menandatangani keputusan itu saat masih terbaring sakit karena kurangnya pasokan darah ke otak. Sumber Istana menyebutkan kesehatan raja berusia 80 tahun Desember nanti itu membaik, sehingga bisa melakukan tugas kenegaraan."Yang mulia telah menandatangani Keputusan Pemilu kemarin," kata Sekretaris Kabinet Thailand Surachai Pooprasert, seperti dilansir AFP, Jumat (19/10/2007).Pemilu akan diadakan di bawah konstitusi yang dibuat tentara, yang telah disetujui oleh referendum yang digelar Agustus 2007 lalu. Konstitusi ini dinilai kalangan tertentu sangat melemahkan posisi pemimpin terpilih, sebaliknya menguatkan birokrasi dan militer.Pemimpin kudeta Jenderal Sonthi Boonyaratglin akan mengepalai lembaga yang akan mengawasi penyelewengan suara dalam Pemilu. Penunjukan diri Sonthi yang melengserkan Perdana Menteri terpilih Thaksin Shinawatra disinyalir merupakan cara Sonthi kembali ke politik termasuk meraih kursi perdana menteri itu sendiri.Thaksin sendiri sekarang tinggal di pengasingan di Inggris, di mana dia membeli klub Manchester City. Dalam Pemilu nanti, Thaksin akan bersekutu dalam Partai Daulat Rakyat.
(aba/aba)











































