Rival Sarkozy Tuduh Isu Cerai Tutupi Aksi Mogok Pekerja
Jumat, 19 Okt 2007 15:49 WIB
Paris -
Rival politik Presiden Prancis Nicolas Sarkozy dari Partai Sosialias tampak sinis dengan perceraian Sarkozy yang diumumkan kantor kepresidenan. Mereka menduga hal itu menutupi isu besar soal hak pensiun pekerja yang menggelar aksi di hari yang sama."Pemogokan itu menunjukkan bahwa 'pertumbuhan dan keyakinan' yang dijanjikan Sarkozy telah berubah menjadi 'kecurigaan dan arogansi'," cetus pemimpin Partai Sosialis, Segolene Royal, seperti diberitakan AFP, Jumat (19/10/2007). Royal kalah melawan Sarkozy pada pilpres Mei 2007.Pengamat politik Jean Viard juga memiliki analisis bahwa pengumuman cerai bersamaan dengan hari pertama mogok massal pada Kamis kemarin bertujuan untuk menutupi pemberitaan mogok tersebut."Dia memperlakukan politik seperti bisnis pertunjukan. Ini seperti konser musik rock," ujarnya."Sekarang semua orang membicarakan (perceraian) ini, mereka tidak bicara pemogokan," imbuh Viard.Meski banyak mendapat kritik, pemerintah Sarkozy tetap ngotot menjalankan rencananya mereformasi hak pensiun bagi pekerja transportasi umum."Kami siap mendengarkan ketakutan dan kegelisahan yang sedang diungkapkan melalui pemogokan. Kami berusaha untuk menanggapi mereka," kata juru bicara pemerintah Prancis, Laurent Wauquiez. Sementara itu, serikat pekerja listrik seolah tidak mau ketinggalan dengan aksi para pekerja transportasi umum. Mereka menghentikan pasokan ke La Lanterne, tempat tinggal resmi di kawasan Istana Versailles yang digunakan Presiden sebagai rumah kedua.
(fiq/nrl)










































