Sebulan Gempa Berlalu, Warga Bengkulu Masih Takut Pulang

Sebulan Gempa Berlalu, Warga Bengkulu Masih Takut Pulang

- detikNews
Jumat, 19 Okt 2007 15:43 WIB
Bengkulu - Bagi warga Kabupaten Bengkulu Utara, goncangan gempa masih menjadi momok. Sejak gempa yang memporak-porandakan beberapa wilayah Provinsi Bengkulu 12 September silam, penduduk masih mengkhawatirkan terjadinya gempa susulan.Menurut Sarmi, warga Desa Pal 30, Kecamatan Lais, Kabupaten Bengkulu Utara, gempa susulan berkekekuatan lebih dari 5 SR masih sering terjadi hingga sekarang.Bahkan beberapa jam setelah Wapres Jusuf Kalla meninjau lokasi bencana Kamis 18 Oktober 2007, gempa berkekuatan 5,2 SR sempat mengguncang Bengkulu.Namun, JK tak sempat merasakan goncangan yang cukup besar itu lantaran pesawat rombongan telah take off menuju Padang, Sumatera Barat.Karena seringnya gempa, banyak penduduk yang masih enggan kembali ke rumah masing-masing. Terlebih warga yang tinggal di sekitar pantai."Sebenarnya gempanya tidak terlalu mereka takutkan. Tapi mereka takut kalau ada tsunami," cerita Sarmi, Jumat (19/10/2007).Menurut Camat Lais, Siti Qoriah, dari 16.052 warga, saat ini masih banyak yang mengungsi. Kebanyakan dari mereka belum berani tidur di dalam rumah dan memilih tidur di tenda.Bahkan, warga Desa Airpadang, Lais harus direlokasi karena tempat tinggal mereka sangat dekat dengan pantai. "Mereka takut dan memilih pindah tempat tinggal yang lebih tinggi dan jauh dari pantai," kata Siti.Namun menurut dia, warganya sudah mulai berbenah. Meski pemerintah belum memberikan bantuan untuk merekonstruksi rumah-rumah mereka yang rusak, namun sebagian sudah berusaha membetulkan sedikit demi sedikit rumahnya yang rusak.Tak hanya itu, fasilitas pendidikan dan kesehatan pun sudah kembali beroperasi meski kurang maksimal.Siti mengatakan, rumah penduduk yang rusak mencapai 3.348 unit atau 80 persen dari seluruh rumah di Kecamatan Lais. Selain itu 25 sekolah dan 1 puskesmas juga butuh perbaikan.Perempuan itu berharap, dana perbaikan rumah dapat segera turun agar masyarakat tidak lagi tinggal di tenda-tenda. (ken/nvt)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait