Libur Panjang, Musim Paceklik Tukang Parkir

Libur Panjang, Musim Paceklik Tukang Parkir

- detikNews
Jumat, 19 Okt 2007 12:09 WIB
Jakarta - Libur Lebaran bersama benar-benar menguras THR, kantong, dan tabungan. Duit habis untuk piknik, mudik, serta berbelanja di pasar. Hampir-hampir tidak ada kegiatan ekonomi berarti selain konsumsi.Sayangnya, tidak semua warga memiliki uang untuk dibuang dalam tempo sepanjang itu. Tukang parkir misalnya. Dengan penghasilan perbulan tidak lebih dari Rp 1,5 juta dan beban hidup yang lebih dari itu, defisit anggaran rumah tangga hampir-hampir tidak terhindari.Sarlan (28), tukang parkir di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat mengaku habis-habisan menghadapi lebaran kali ini. Saldo tabungan yang nolnya tidak sampai enam digit itu habis dalam dua hari. Sedangkan THR ludes buat belanja seperti beli baju dan kue untuk Idul Fitri."Ya bagaimana lagi. Anak ada tiga, minta baju baru, bini minta duit buat beli kue. Habislah THR, " kata Sarlan sambil manyun di lokasi ia berjaga parkir, Jumat (19/10/2007).Untuk jalan-jalan, Sarlan yang tinggal di rumah petak di daerah Tanah Abang ini, hanya bisa mengajak keluarganya ke Monas. Hari ketiga Lebaran, ke Ragunan. Selebihnya, bengong di rumah, menonton televisi, ataubun mengobrol dengan tetangga. "Mudik nggak ada duit," cetus Sarlan sambil diiringi derai tawa melepas persoalan.Hal serupa dialami Juariah (34), perempuan tukang parkir di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Menurutnya, hingga Jumat pagi ini minimnya kendaraan roda empat yang berlalu-lalang di jalan berdampak langsung kepada penghasilannya."Mobil masih pada mudik semua kali ya. Mobil nggak ada, nggak ada yang parkir jadinya. Padahal duit nggak ada," cerita Juariah yang hendak berangkat 'dinas'.Musim paceklik pun tak dapat dihindari Juariah. Sejak H+3 Lebaran, jumlah mobil terparkir turun hingga separuh lebih. Di hari-hari menjelang libur Lebaran berakhir, janda empat anak ini tengah kembang-kempis, bahkan defisit ekonomi dalam neraca keuangan rumah tangganya."Tiarap dulu, makan seadanya. Ngutang sana-sini. Habis gimana lagi," cerocos Juariyah sambil menaiki angkutan umum jurusan Boulevard - Kelapa Gading.Sepertinya, terjadi ritual tahunan menciptakan mekanisme yang mendorong konsumsi tingkat tinggi dan produktifitas rendah saat Idul Fitri. Bila demikian, tampaknya Lebaran masih sebatas liburan panjang dan buang uang. (Ari/nvt)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads