Cegah Urbanisasi, Jakarta Harus Mau Berbagi
Jumat, 19 Okt 2007 07:55 WIB
Jakarta -
Pemprov DKI Jakarta tak perlu lagi menggelar operasi yustisi. Tapi syaratnya Jakarta harus mau berbagi."Kalau mau Jakarta fokus saja ke fungsi perdagangan dan jasa. Dan fungsi teknis lainnya dilempar ke daerah, seperti pasar induk, penyembelihan hewan itu. Ini akan menumbuhkan daerah," kata sosiolog Imam B Prasodjo saat berbincang dengan detikcom, Jumat (19/10/2007).Imam menambahkan selama ini peralihan fungsi tidak berjalan secara sistematis, yang terjadi hanya aglomerasi atau tumpahan ke daerah sekitar wilayah Jakarta seperti Tangerang, Bekasi, Depok yang wilayahnya dekat dengan Jakarta."Harusnya di kota menengah seperti Kediri, Demak, Tasikmalaya, Cilegon hingga Ujung Kulon bisa dikembangkan berbagai industri, atau pengurusan izin ekspor impor jangan dimonopoli Jakarta. Hal ini lebih jauh akan mencegah urbanisasi," jelasnya.Arus migrasi yang terjadi dari desa ke kota ini, lanjut Imam, karena pengaruh dari penataan kota yang timpang. Selama ini tidak ada kota baru yang dikembangkan pemerintah, selain hanya warisan Belanda."Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang itu kan warisan kolonial. Kalau kota baru yang dikembangkan pemerintah hanya Batam saja," tambahnya.Imam menuturkan operasi yustisi yang dilakukan pada dasarnya seperti orang yang kehilangan visi. Tindakan ini hanya menyekat di ujung, bukan akarnya."Jangan-jangan operasi ini cuma proyek saja. Kebijakan seperti ini hanya ada di negara komunis, ini aneh bin ajaib. Operasi ini tidak akan efektif," tandas Imam.
(ndr/nrl)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































