Suami Bhutto Tuding Intelijen Pakistan Dalangi Ledakan Bom
Jumat, 19 Okt 2007 04:56 WIB
Karachi -
Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan di Pakistan. Namun tudingan keras diarahkan suami Benazir Bhutto, Asif Ali Zardari ke pihak intelijen. Dia menyatakan bahwa intelijen yang mendalangi aksi ledakan bom ini."Ini dilakukan intelijen, bukan dilakukan oleh militan," kata Asif seperti dikutip AFP, Jumat (19/10/2007).Menurutnya aksi intelijen ini dilakukan secara sengaja untuk menghambat demokrasi di Pakistan. "Rakyat kami tewas, pekerja kami tewas, mereka mengorbankan hidup mereka untuk demokrasi di Pakistan," tandasnya.Sementara itu pemerintah Pakistan menyatakan bahwa aksi ini dilakukan oleh militan. Dan 2 tersangka pelaku bom bunuh diri ini memang mengincar mantan PM Pakistan Benazir Bhutto."Ini adalah tindakan teroris yang menargetkan Benazir Bhutto dengan tujuan menghambat proses demokrasi," kata Menteri dalam negeri Aftab Sherpao."Dan ini adalah bom bunuh diri karena alat pengacak tidak dapat melacak bom yang dipicu melalui pelaku bom bunuh diri," tambahnya.Dalam ledakan bom ini setidaknya 78 warga tewas dan termasuk diantaranya 20 polisi, sedang 151 warga terluka. Sedang Bhutto, meski ledakan terjadi tak jauh di dekat lokasi dia berada tidak menderita luka.
(ndr/ptr)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































