Kapolda Papua: Perang Suku di Mimika Tewaskan 4 Orang
Kamis, 18 Okt 2007 17:59 WIB
Jakarta - Perang antarsuku kembali terjadi di Papua. Kali ini perang berlangsung antara suku Damal dan Amugme di Mimika. 4 Orang tewas dan puluhan orang mengalami luka-luka."Korban empat orang, tiga orang dari Suku Damal, dan satu orang dari Suku Amugme," ujar Kapolda Papua Brigjen Pol Max Donald Aer kepada detikcom, Kamis (18/10/2007).Max mengatakan, penyebab bentrokan tersebut sangat sepele, yakni salah seorang dari suku Damal dituduh menggelapkan uang adat. "Akhirnya mereka saling melempar panah," kata Max.Upaya perdamaian, menurut Max saat ini sedang diupayakan. "Kita sudah melakukan pendekatan dengan para tokoh adat," imbuh Max. Pihak Polda Papua juga telah melakukan upaya pendekatan dengan para anggota DPRD setempat.Kepolisian, imbuh Max, tidak berani secara langsung terlibat dalam upaya perdamaian tersebut. "Kita tidak bisa langsung ke sana, kita kena panah juga nanti," tambahnya.Sementara Kepala Humas Polda Papua AKBP Agus Rianto mengatakan, perang antarsuku tersebut terjadi pagi tadi."Sekitar pukul 07.30 WIT terjadi penyerangan oleh sekitar 150 orang kelompok masyarakat Kimbeli terhadap kelompok masyarakat Kamp Banti. Data secara keseluruhan yang diidentifikasi dari suku Damal (Kamp Kimbeli) sebanyak 29 orang dan 3 meninggal dunia dan 26 luka-luka. Saat ini mereka dirawat di RS Tembagapura," kata Agus.Agus menambahkan, korban yang dirawat di RS Tembagapura saat ini tinggal 9 orang. "Sedang Suku Amungme (Kamp Banti) sebanyak 16 orang luka, 1 tewas. Mereka tidak ada yang dirawat di rumah sakit," urainya.
(anw/sss)











































