Pengamat tata negara Feri Amsari menilai ketegangan akibat konflik antarnegara di dunia saat ini menuntut respons pemerintah yang terukur dan berbasis pengalaman. Dalam kondisi tersebut, kualitas kabinet menjadi faktor krusial.
Feri menilai dibutuhkan jajaran menteri yang benar-benar berkualitas untuk menghadapi situasi global yang tengah bergejolak. Ia mengatakan perlunya memilih menteri sesuai kualitasnya.
"Presiden harus jadi pemimpin yang dapat memilih kualitas kabinetnya. Sayangnya, Presiden menambah jumlah menteri bukan memperkuat kualitasnya," kata Feri kepada wartawan, Selasa (31/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menilai penambahan jumlah menteri tidak otomatis memperkuat kinerja pemerintah jika tidak diiringi kapasitas dan pengalaman yang memadai. Apalagi, kata dia, tantangan yang dihadapi tidak hanya bersifat domestik, tetapi juga berdampak global terhadap ekonomi, energi, dan stabilitas nasional.
Feri juga menyoroti respons pemerintah dalam menghadapi berbagai situasi, mulai bencana di dalam negeri hingga dinamika global. Dari situ, ia melihat adanya kebutuhan mendesak akan figur-figur berpengalaman di dalam kabinet.
"Dari sikap Presiden dalam menghadapi bencana lokal, nasional, dan saat ini global, kita tahu bahwa Presiden membutuhkan orang-orang berkualitas bukan anak kemarin sore tanpa pengalaman dan pengetahuan dalam kabinetnya," ucapnya.
Lebih lanjut ia menilai kebijakan pemerintah dalam merespons konflik global yang berkembang saat ini belum terlihat jelas. Menurutnya, hal tersebut tidak lepas dari proses pembentukan kabinet di awal pemerintahan.
"Tidak jelasnya arah kebijakan pemerintah dalam penanganan konflik global kali ini merupakan buah dari apa yang ditanam Presiden ketika membentuk kabinetnya," ujarnya.
(gbr/van)










































