Mensos Minta Pemda Jadikan DTSEN Dasar Penyusunan Program & Kebijakan

Mensos Minta Pemda Jadikan DTSEN Dasar Penyusunan Program & Kebijakan

Rahmat Khairurizqi - detikNews
Selasa, 31 Mar 2026 15:02 WIB
Kemensos
Foto: dok. Kemensos
Jakarta -

Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional atau DTSEN harus menjadi pedoman bagi pemerintah pusat maupun daerah dalam proses penyusunan program dan kebijakan.

Gus Ipul menjelaskan Presiden Prabowo Subianto melalui Inpres No. 4 Tahun 2025 tentang DTSEN, ingin memastikan seluruh warga Indonesia yang seharusnya mendapatkan perlindungan sosial, bisa dijangkau oleh program-program prioritas, melalui satu data tunggal yang di kelola oleh BPS.

"Maka dengan adanya instruksi presiden ini, diharapkan datanya tunggal, tidak ada lagi semua pegang data sendiri-sendiri, dan yang memegang data adalah BPS," kata Gus Ipul dalam keterangannya, Selasa (31/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penegasan ini disampaikan Gus Ipul dalam acara 'Kolaborasi Program Prioritas Presiden' di Aula Mandala Bhakti Praja Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada Senin (30/3).

Ia menambahkan, bahwa DTSEN bersifat dinamis, setiap hari ada warga yang meninggal, ada yang lahir, ada yang menikah, dan berpindah tempat. Oleh karena itu, data ini penting dimutakhirkan secara terus menerus.

ADVERTISEMENT

"Jangan ada yang menganggap data ini statis," imbuhnya.

Dengan demikian, Gus Ipul mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah Kabupaten Gresik termasuk operator data, dan pilar-pilar sosial yang hadir untuk terus melakukan upaya pemutakhiran DTSEN.

Keterlibatan pemerintah daerah sangat diperlukan dalam proses pemutakhiran DTSEN. Pertama karena pemutakhiran ditempuh melalui jalur formal, mulai dari RT/RW, ke desa, kemudian Dinsos setempat.

"Jalur formal itu Dimulai dari RT/RW. Sesungguhnya yang paling tahu kondisi objektif setiap warga itu adalah RT/RW," jelasnya.

Disamping itu, terdapat proses pemutakhiran lewat jalur partisipasi melalui kanal-kanal yang telah disediakan Kemensos seperti aplikasi Cek Bansos, call center dan WhatsApp Center.

"Aplikasi Cek Bansos ini untuk masyarakat luas, Polisi boleh, TNI boleh, masyarakat luas boleh untuk memanfaatkan Aplikasi Cek Bansos," ujarnya.

Dalam acara ini, selain dihadiri oleh pilar-pilar sosial dan operator data desa, siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 37 Gresik juga turut berpartisipasi. Mereka menampilkan bakat seperti paduan suara, pembacaan puisi, dan pidato 4 bahasa asing yaitu bahasa Inggris, bahasa Arab, bahasa Tagalog, dan bahasa Prancis.

Para siswa yang berpidato sangat percaya diri dan fasih menyampaikan pesan dalam masing-masing bahasa, suasana tampak hening menandakan peserta terpukau pada penampilan siswa Sekolah Rakyat ini.

Penampilan-penampilan siswa Sekolah Rakyat ini menunjukkan bahwa potensi bisa muncul darimana saja, bahkan dari anak-anak yang belum pernah terbawa dalam proses pembangunan.

"Yang sekolah di Sekolah Rakyat adalah mereka yang ada di desil 1, desil 2 DTSEN. Tidak boleh yang lain-lain. Sekarang masih belum semua tahu, tapi ke depan akan berebut. Karena sekolah rakyat ini memang bagi orang-orang khusus, orang-orang istimewa, orang-orang yang belum terbawa dalam proses pembangunan," kata Gus Ipul.

(prf/ega)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads