Warga Kolong SUTET Rorotan Takut Ledakan Susulan
Kamis, 18 Okt 2007 16:17 WIB
Jakarta - Sedikitnya 200 KK yang tinggal di bawah kolong Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) di Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, masih mencemaskan terjadi ledakan susulan yang membakar tiga rumah warga dan melukai dua warga, kemarin sore. Warga itu lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. "Semalam banyak yang tidur di lapangan dekat rumah. Takut ada ledakan lagi," kata Sutanti (45), salah satu warga, Kamis (18/10/2007).Sepanjang siang hingga sore, warga menghentikan aktivitas seperti memulung. Mereka yang terdiri dari balita, anak kecil hingga perempuan dan lelaki dewasa berkumpul saling membincangkan peristiwa yang engejutkan itu. "Ledakannya keras banget. Kaca bergetar dan pecah. Dapur sampai porak poranda," imbuh Sutanti.Di bawah kolong SUTET itu, berdiri tidak kurang 300-an rumah sederhana berdinding triplek tebal dan beratap asbes. Sebagian rumah dibangun model panggung menggunakan pilar dari cat bekas ukuran 25 kg yang dibeton. Panggung ini guna menghindari rawa yang masih berserakan tak terurus. Nah, di atas rumah itu sekitar 3 meter dari atap, menjuntai kawat listrik bertegangan tinggi. Rumah-rumah itu mulai marak sejak tahun 2000, yang merupakan korban gusuran Ancol. Apesnya, sore kemarin, tegangan tinggi itu bergejolak. Terjadi arus pendek yang menyebabkan percikan api membentuk bola api dan menyambar tiga rumah warga. Akibatnya, sekujur tubuh Afrikoh (9) terbakar. Begitu pula dengan bapaknya, Aris (25)."Mereka lagi makan. Kena api dan ledakan. Sekarang sudah di RSCM dirawat," pungkas Sutanti.
(Ari/nrl)











































