Kebebasan Pers Malaysia Melorot ke Urutan 124 Dunia
Kamis, 18 Okt 2007 15:19 WIB
Kuala Lumpur - Kebebasan pers di Malaysia melorot 32 tingkat menjadi urutan 124 dari 169 negara di dunia. Urutan ini merupakan peringkat terburuk yang diraih Malaysia sejak survei mulai dilakukan pada 2002.Dalam laporan tahunan indeks kebebasan pers, Reporters Without Borders (RSF) menyebutkan sejumlah negara, termasuk Malaysia serius mengkaji pelanggaran hukum dalam bidang pemberitaan dan iformasi."Meski jatuh ke urutan 124 merupakan kejatuhan yang besar, survei RSF ini merefleksikan keseriusan kami terhadap kebebasan media di negara ini," kata Gayathry Venkiteswaran dari Pusat Jurnalis Independen seperti dikutip dari AFP, Kamis (18/10/2007)."Kami mendesak agar pemerintah dan parlemen untuk mengkaji aturan hukum terhadap media, sehingga media dapat muncul sesuai perannya di alam negara demokratis," imbuh Gayathry.RSF juga mmenyatakan penahanan blogger, penutupan atau sulitnya mengakses web berita menjadi perhatian dalam kebebasan media di penjuru dunia."Seluruh pemerintah telah sadar bahwa internet dapat memainkan peran penting dalam demokrasi dan mereka mengeluarkan metode baru untuk menyensornya," ujarnya.2 Blogger terkemuka Malaysia, Ahirudin Attan and Jeff Ooi, dituntut telah memfitnah pemerintah melalui kelompok New Strait Times Press, sebuah gerakan yang mengkritisi kebebasan berekspresi."Pelecehan aktivis web mengindikasikan tumbuhnya tidak adanya toleransi," ujar Wong Chin Huat juru bicara Aliansi Penulis untuk Media Independen.Pekan lalu, Menteri Informasi Malaysia Zainuddin Maidin meminta agar para wartawan tidak menyampaikan berita yang negatif, karena PM Abdullah Ahmad Badawi menyatakan "mendengar kebenaran" tidak terdaftar di media."Peringkat terburuk Malaysia dalam indeks kebebasan pers mengindikasikan bahwa ada yang tidak benar dengan Malaysia," tutur pemimpin oposisi Malaysia Lim Kit Siang."Peringkat Malaysia akan semakin buruk jika dalam perkembangannya PM tidak mau mendengar kebenaran dari media," pungkas Lim Kit Siang.
(ary/nrl)











































