Jakarta Masih Sepi, PKL Menjerit

Jakarta Masih Sepi, PKL Menjerit

- detikNews
Kamis, 18 Okt 2007 14:53 WIB
Jakarta - Sepinya Jakarta dari hilir mudik jutaan orang dan lalu lalang kendaraan bermotor tidak selalu menyenangkan. Para pedagang kaki lima (PKL) yang mengandalkan keramaian Jakarta merupakan salah satu pihak yang dirugikan dengan kondisi ini. Dagangan mereka tak laku karena pelanggannya masih mudik.Seperti yang dialami Bang Askun, PKL mie ayam yang biasanya mangkal di sekitar Kantor Mabes Polri. Masih liburnya karyawan Mabes Polri dan kantor-kantor di sekitarnya membuat pria paruh baya ini gigit jari. Mie ayam yang biasanya jam tiga sore sudah habis, kini hingga larut malam pun dagangannya masih tersisa."Hari-hari biasa saya habis 6 kg. Tapi kalau sepi kayak gini 4 kg saja tidak habis," ujar Askun kepada detikcom, Kamis (18/10/2007).Akibatnya, keuntungan yang dia dapat pun sangat kecil. Namun Askun masih bersyukur dia masih mendapatkan sedikit keuntungan."Per kilo biasanya jadi 12 mangkuk. Per mangkuk harganya empat ribu rupiah, jadi tinggal menghitung saja kalau sehari cuma habis empat kilo," kata Askun.Askun merupakan warga asli Jakarta sehingga dia tidak mudik. Ketika Idul Fitri pun dia tetap berjualan. "Malah saat itu per hari habis 8 kilo. Tapi itu nggak lama, sekarang sepi lagi," kenang Askun.Askun mengeluhkan dagangannya yang tidak begitu laku usai lebaran. "Wah kalau terusan seperti ini, nggak bakalan bisa menghidupi anak istri," ujarnya.Arya, tukang parkir di Mabes Polri juga merasakan dampak sepinya pelanggan parkir. Jika hari-hari biasa pelanggannya mencapai seratus motor lebih, hingga pukul 12.00 WIB, hanya terlihat empat motor saja, plus sepuluh mobil."Seperti inilah Mas susahnya mencari duit di Jakarta," kata Arya singkat. (anw/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads