Nekat! Wanita 48 Tahun Curi Abu Jenazah Mantan Pacar
Kamis, 18 Okt 2007 14:45 WIB
California - Tak diberi kesempatan menghadiri pemakaman pacarnya, seorang wanita nekat menggali kuburan pacarnya itu. Wanita berusia 48 tahun itu mencuri abu almarhum pacarnya yang dikremasi.Martha LaFollete sangat mencintai kekasihnya, Roger Barber. Mereka hidup bersama selama 5 tahun di Roseville. Roger yang sudah memiliki anak remaja perempuan dari wanita lain meninggal November 2006.Betapa sedihnya Martha. Saat pacarnya itu dikremasi dan dimakamkan, dia tidak diizinkan untuk menghadirinya. Keluarga Roger melarang keras Martha untuk datang.Seiring waktu berlalu, Martha yang sangat mencintai Roger tak juga bisa melupakan pria yang pernah mengisi hidupnya. Penyesalan tidak menghadiri hari terakhir Roger terus membayangi. Hingga akhirnya...Ya, Martha memiliki ide gila. Pada suatu malam di bulan Juni 2007, diam-diam dia mengunjungi makam Roger. Bermodalkan linggis dan pacul, dia menggali kuburan Roger dan membawa abunya.Tidak ada yang mengetahui jika makam Roger telah dibobol. Baru 2 minggu kemudian keluarga Roger heboh dan melaporkannya ke polisi. Polisi bekerja keras untuk mencari abu Roger. Dan baru beberapa minggu lalu mereka berhasil menemukannya di rumah saudara Martha."Saya banyak menemukan berbagai macam tindak kriminal yang terkesan bodoh. Sudah 30 tahun saya menjadi jaksa, dan belum ada orang yang mengambil abu orang lain," kata Jaksa David Warren seperti diberitakan Foxnews, Kamis (18/10/2007).David mendakwa Martha dengan ancaman penjara maksimal 1 tahun dan denda Rp 22,7 juta. Pengacara Martha, Myca Haynes, menolak mengomentari dakwaan jaksa. Dia hanya mengatakan kliennya tidak bersalah.Nah, yang pening tentu keluarga Roger. Putrinya yang beranjak dewasa, Sierra Barber, berniat akan mengubur kembali abu ayahnya di pemakaman New Marshfield."Saya harus mengubur kembali ayah dan melakukan semuanya lagi dari awal. Tapi ayah saya berada di lemari tempat barang bukti disimpan. Mereka mengatakan ayah saya 'beristirahat dengan tenang' untuk sebuah alasan," keluh Sierra.
(ana/sss)











































