60 Pemudik Tewas di Jateng
Kamis, 18 Okt 2007 14:18 WIB
Semarang - Mudik memang penuh risiko. Di Jawa Tengah tercatat 60 pemudik tewas akibat kecelakaan selama Lebaran tahun ini.Jumlah itu meningkat 30 persen dibanding tahun lalu. Daerah paling sering terjadi kecelakaan adalah Boyolali dan Cilacap. "Jumlahnya memang bertambah, meningkat 30 persen. Tapi tahun ini kan jumlah pemudik meningkat. Jadi sepertinya jumlah yang mati karena kecelakaan pada tahun ini ya hampir sama dengan tahun lalu," kata Direktur Lalu lintas Polda Jateng, Kombes Gatta Chaeruddin di Terminal Mangkang Semarang, Kamis (18/10/2007). Gatta menyebutkan, dari data sementara, jumlah kecelakaan di Jateng mencapai 285 kasus dengan korban luka berat sebanyak 58 orang dan luka ringan 345 orang. "Paling banyak (kecelakaan) pada sepeda motor. Karena itu, hari ini dan besok kami mengawal mereka hingga ke perbatasan Jawa Barat," jelasnya. Sebagian besar kecelakaan terjadi karena pemudik tidak tahu situasi jalan raya. "Mungkin mereka lupa, daerah yang pernah mereka lewati tahun lalu, sudah berubah," cetusnya. Sementara pelanggaran lalu lintas selama Lebaran tercatat kurang lebih 200 kasus. Sebagian besar, pemudik tidak melengkapi diri kendaraannya sesuai aturan dan sering mengambil arah terlalu ke kiri ketika di jalan. Gatta menjelaskan, kepolisian tidak menindak pelanggaran karena kesalahannya tidak signifikan. Selain itu, penindakan justru akan membuat situasi mudik tidak nyaman.
(try/nrl)











































