Gara-gara Bawa 'Jablai', Nyawa Slamet Melayang
Kamis, 18 Okt 2007 12:34 WIB
Jakarta - Apa saja bisa jadi pemicu perkelahian. Gara-gara membawa 'jablai' ke tempat penginapan, Slamet alias Cahyo (33) bertengkar dengan Melvin Tampubolon (33). Nyawa Cahyo pun melayang di tangan Melvin.Peristiwa ini terjadi pada Kamis (18/10/2007) pukul 07.30 WIB. Kejadiannya bermula ketika Slamet menginap bersama Melvin di Penginapan Darija, di depan terminal Pulogadung, Jl Perintis Kemerdekaan, Jakarta Timur. Sekitar pukul 05.00 WIB, Cahyo membangunkan Melvin dengan membawa seorang perempuan penghibur alias 'jablai'. Perbuatan Slamet ini membuat Melvin tak senang. Melvin pun langsung menghardik Slamet."Saya nggak suka dia bawa-bawa cewek. Kemudian Slamet malah menantang, apa hakmu melarang-larang," cerita Melvin yang bertubuh kekar dan bertato ini kepada detikcom saat berobat di RS Mediros, Jakarta Timur.Melvin langsung menantang Cahyo untuk berkelahi. "Kalau nggak suka, ayo kita berantem. Tapi jangan di sini, di luar saja," tantang Melvin.Keduanya pun dengan bermodalkan pisau dapur terlibat perkelahian. Masing-masing menghunuskan pisau. Namun karena kalah gesit, Slamet terkena 3 kali tusukan yakni 2 di perut dan 1 tusukan di dada. Sedangkan bibir Melvin robek terkena sayatan pisau.Keduanya pun tersungkur dan langsung dilarikan ke rumah sakit oleh para saksi mata. Slamet langsung tewas di tempat.Kanit Reskrim Polsek Kelapa Gading Iptu Cahyo menjelaskan, Melvin sementara dikenai pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian. "Kalau dalam pengembangan sudah ada rencana baru kita tingkatkan jadi pasal 338 (dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain-red)," kata Iptu Cahyo.Polisi kini mengamankan barang bukti berupa 2 bilah pisau, kaos coklat milik Slamet serta mengamankan pelaku di UGD RS Mediros.
(mly/nrl)











































