Korban Kebakaran: Mudik Bawa Tawa, Balik Berurai Air Mata

Korban Kebakaran: Mudik Bawa Tawa, Balik Berurai Air Mata

- detikNews
Kamis, 18 Okt 2007 12:21 WIB
Korban Kebakaran: Mudik Bawa Tawa, Balik Berurai Air Mata
Jakarta - Ipah (38) baru saja pulang kampung guna berlebaran dengan keluarga. Di tangannya tertenteng segepok oleh-oleh untuk tetangganya di Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara.Selepas ashar, ia turun dari bus di Terminal Tanjung Priok dan melanjutkan dengan naik angkutan KWK 05 yang sampai depan rumahnya. Belum sampai depan rumah, Ipah sudah bingung. Ada keramaian massal di jalan menuju rumahnya yang tidak biasa.Benar saja. Rasa was-was itu berubah tangis histeris. Rumah Ipah yang berada di pojok gang, ikut habis terbakar api, Senin 15 Oktober lalu. Begitu pula dengan tetangga yang berjumlah 559 orang. Tak ada yang tersisa, kecuali puing-puing material bangunan yang tidak bisa dimanfaatkan lagi."Saya kaget. Rumah saya nggak ada. Televisi, kulkas, kasur, kursi, sudah habis kebakar api," cerita Ipah dengan logat Indramayu yang masih kental kepada detikcom di tenda pengungsian, Kamis (18/10/2007).Sontak, Ipah yang masih mempunyai tiga anak kecil tercekat. Harta benda yang telah terkumpul selama bertahun-tahun, ludes dalam hitungan jam. Semua kembali ke titik nol. Tidak ada tabungan, tidak pula simpanan."Suami sudah nggah ada. Anak masih kecil-kecil. Gaji buruh pabrik berapa sih," keluh Ipah datar, tanpa kekuatan.Kini Ipah dan juga ratusan kepala keluarga yang kehilangan rumah, tinggal di tenda pengungsian. Kalau malam dingin, bernyamuk dan bau, jika siang udara berbalik lembab, panas dan membakar kulit. Sumbangan dermawan berupa bahan makanan dan pakaian menjadi sandaran."Tapi kan nggak harus begini terus. Senin sudah harus kerja lagi. Sementara ngandalin sumbangan. Mbangun rumah nggak tahu. Ngikut saudara dulu," imbuh Ipah. (Ari/nrl)


Berita Terkait