Kalla Gerah Lihat Baliho Pilkada Sumsel, Minta Balon Tak Jual Foto

Kalla Gerah Lihat Baliho Pilkada Sumsel, Minta Balon Tak Jual Foto

- detikNews
Kamis, 18 Okt 2007 11:45 WIB
Palembang - Baliho balon kepala daerah yang memenuhi jalan-jalan di wilayah Sumatera Selatan membuat Wapres Jusuf Kalla gerah. Para calon diminta tidak lagi jualan foto dan baliho.Sebab rakyat saat ini lebih mengutamakan memilih calon yang telah berbuat banyak bagi mereka, bukan sekadar janji-janji semu."Sekarang aneh, banyak calon gubernur, bupati dan walikota yang jual foto dan baliho besar-besar. Padahal yang diperlukan rakyat adalah seberapa banyak dia telah berbuat untuk kesejahteraan rakyat," cetus Kalla.Kritikan Kalla itu disampaikan dalam silaturahmi dengan jajaran Partai Golkar Sumatera Selatan, di Hotel Aston Palembang, Jalan POM IX, Palembang, Kamis (18/10/2007).Dalam silaturahmi itu, kepada calon gubernur Sumsel dari Partai Golkar, Alex Noerdin (ketua DPD Partai Golkar Sumsel), Kalla sengaja berpesan agar tidak menjual foto dan baliho dalam Pilkada 2008 nanti."Jadi kalau Alex ini ingin calon Gubernur Sumsel, tentu yang dia jual adalah bahwa dia telah melakukan hal-hal yang baik bagi rakyat Musi Banyuasin dan akan melakukan yang baik pula untuk rakyat Sumsel. Kita harus mendukung semua keberhasilan calon Golkar," tegas Kalla.Di hadapan ratusan kader partai berlambang pohon beringin itu, Kalla juga menegaskan bahwa Pilkada hanyalah bagian dari mekanisme demokrasi. Karena yang lebih penting adalah bagaimana semua pemimpin bisa lebih cepat lagi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Kalau kita terjebak memikirkan pilkada ke pilkada saja, maka kapan lagi kita memerhatikan kesejahteraan rakyat. Bagi para calon, saya minta kampanye itu hanya tiga bulan saja, selebihnya bekerja untuk rakyat," pesan Kalla.Dikatakan Kalla, dalam pilkada, rakyat tidak lagi menghiraukan foto dan baliho yang dipasang di jalan-jalan. Yang mereka adalah apa yang telah diberikan si calon untuk kesejahteraan rakyat. "Figur calon sangat menentukan terpilihnya atau tidak dalam pilkada. Apa yang telah diperbuat figur dan dirasakan rakyat selama ini, itulah yang menjadi patokan rakyat, bukan jual-jual foto itu," ketusnya.Mekanisme PartaiMengenai rencana pencalonan Alex Noerdin yang kini menjabat Bupati Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Kalla menegaskan, akan ditentukan lewat prosesdemokrasi dan mekanisme partai. "Calon itu harus kita berdasarkan survei dari masyarakat, kemudian baru dirapimkan dan ditentukan calonnya. Kalau DPP hanya menurut saja aspirasi dari daerah, walaupun punya hak 40 persen," beber Kalla tanpa menegaskan apakah dirinya mendukung pencalonan Alex Noerdin atau tidak. (tw/umi)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait