Kalau Terwujud, Liga Nasional Versi PDIP Ujung-ujungnya Pecah

Kalau Terwujud, Liga Nasional Versi PDIP Ujung-ujungnya Pecah

- detikNews
Kamis, 18 Okt 2007 07:18 WIB
Jakarta - Upaya membangun koalisi 'Liga Nasional' yang digagas PDIP menambah hangat suhu politik menjelang pemilu 2009 yang baru digelar 2 tahun lagi. Namun koalisi tersebut dinilai baru sekadar wacana. Kalaupun terwujud, ujung-ujungnya rentan bubar."Saya yakin dengan kondisi politik di Indonesia, Liga Nasional itu ujung-ujungnya pecah. Karena tidak akan bertahan lama," ujar Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari kepada detikcom, Kamis (18/10/2007).Qodari mengatakan, dalam tataran ide, gagasan membentuk Liga Nasional merupakan keinginan serius dari elit parpol untuk membangun koalisi besar agar roda pemerintahan bisa berjalan lebih efektif. Namun dalam tataran implementasi, gagasan tersebut sangat sulit diwujudkan.Alasannya, tidak ada satu pun parpol di Indonesia yang lebih dominan dibanding parpol lain. Sehingga koalisi yang dibentuk bisa berbenturan dengan kepentingan setiap parpol."Di Indonesia, parpol yang cuma dapat 7 persen saja sombongnya minta ampun. Apalagi yang 20 persen. Beda dengan di Malaysia, ada parpol yang dijadikan saudara tua oleh parpol lain," tutur Qodari. Sinyalemen itu, menurutnya, tampak dari respons beberapa parpol terhadap ajakan membentuk Liga Nasional. Baru PDIP yang memberikan respons serius, maklum partai itu adalah inisiator wacana itu. Sementara parpol lain yang disebutkan tergabung dalam liga, justru memberikan respons negatif.Justru gagasan Liga Nasional, lanjut dia, hanyalah manuver PDIP untuk menguji soliditas dari parpol-parpol pendukung pemerintah."Karena ada kepentingan PDIP yang besar terhadap liga. Dengan kata lain, mungkin ini manuver PDIP untuk memecah konsentrasi parpol pendukung pemerintah. Golkar sendiri tidak terlihat antusias. PPP pun belum kelihatan. PAN membantah," tandasnya.Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PDIP Taufiq Kiemas sebelumnya menyebutkan telah membangun Liga Nasional yang terdiri dari empat parpol, yaitu PDIP, Partai Golkar, PPP dan PAN. Liga tersebut menurut Taufiq akan dideklarasikan April 2008. (rmd/nrl)


Berita Terkait