Palembang Lengang, Arus Mudik Mulai Bergerak

Palembang Lengang, Arus Mudik Mulai Bergerak

- detikNews
Rabu, 17 Okt 2007 20:41 WIB
Palembang - Pada H+4 Lebaran tahun ini, kota Palembang tampak lengang. Para pemudik yang sempat membanjir mulai meninggalkan Kota Pempek itu.Jalan-jalan protokol kota Palembang yang selama tiga hari Lebaran ramai kendaraan, pada Rabu (17/10/2007) tampak lengang. Begitupun pusat pertokoan, meskipun sudah buka tapi sepi pengunjung.Keramaian justru terlihat pada sebuah rumah makan yang sudah buka. Ramainya pengunjung di rumah makan ini, diperkirakan lantaran sejumlah rumah makan Padang belum buka."Bosan makan ketupat terus, jadi kita mau makan nasi dengan menu yang lain," kata Adjong (44), warga Bukitsangkal, Palembang, yang makan di rumah makan Pindang Pegagan, Jalan Demang Lebar Daun Palembang, bersama keluarganya.Sementara pasar tradisional, meskipun aktifitasnya mulai berjalan, tetapi sebagian penjual belum beraktifitas. Di Pasar 16 Ilir, misalnya, masih banyak toko yang tutup, begitupun para pedagang kaki lima yang biasa memadati ruas jalan dan kaki lima di pasar tersebut.Arus balik dari Palembang menuju luar kota, seperti Jakarta, mulai memadat. Di Jalan Raya Palembang - Inderalaya, sejak pagi dipenuhi kendaraan pribadi maupun umum.Jarak sekitar 60 kilometer, yang seharusnya dapat ditempuh sekitar 1 Jam, terpaksa ditempuh dalam waktu sekitar 1,5 jam. Kendaraan mulai lancar ketika berada di Simpang Inderalaya. Sebab kendaraan terbelah menjadi dua, ada yang melalui Jalan Lintas Timur Sumatra melalui Ogan Ilir dan Ogan Komering Ilir (OKI), dan ada yang melalui Jalan Lintas Tengah Sumatra melalui Prabumulih.Sementara arus mudik dari Palembang menuju Jambi, tidak begitu padat. Kepadatan yang terlihat justru arus mudik dari Jambi menuju Palembang. Kemacetan terjadi di sekitar Kecamatan Sungaililin dan Bayunglincir, Musi Banyuasin.Pelabuhan 35 Ilir, tampak sepi dari calon penumpang dan kendaraan yang menuju Bangka - Belitung. Hal ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya setelah Lebaran.Keramaian justru tampak di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II. Sejak pagi, sejumlah maskapai terus mengangkut pemudik. Dipastikan tidak satu pun bangku di pesawat yang kosong dari penumpang. Bahkan banyak orang yang masuk daftar tunggu, sehingga harus beradu nasib seraya berharap ada calon penumpang yang membatalkan keberangkatan.Sejumlah calo --tentunya terdaftar sebagai calon penumpang-- berani menjual tiket menuju Jakarta dengan harga Rp 700 ribu untuk kelas ekonomi. Bahkan, hari ketiga Lebaran ada penumpang berani membelinya seharga Rp 1 juta. Padahal, dalam hari-hari biasa, sebuah maskapai paling tinggi menjual tiket ke Jakarta sebesar Rp 450.000.Hal yang sama terjadi di Stasiun Kertapati Palembang. Sejak Rabu pagi, stasiun itu dipadati calon penumpang menuju Bandar Lampung dan Lubuklinggau. (tw/nvt)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads