Andai Jakarta Terus Seperti Ini

Andai Jakarta Terus Seperti Ini

- detikNews
Rabu, 17 Okt 2007 17:11 WIB
Jakarta - Jakarta hening. Tidak tampak hiruk pikuk keramaian orang di ibukota negara ini. Sungguh, suatu pemandangan yang tak lazim. Jakarta yang biasanya padat, bising, dan sesak, kini tampak lengang. Hati pun terasa nyaman.Tapi jangan berbangga dulu. Kondisi seperti ini tak akan berlangsung lama. Beberapa hari ke depan Jakarta akan menunjukkan wajah aslinya, garang, ganas, dan membuat dada sesak.Kemacetan siap mewarnai hari-hari kita yang tinggal di Jakarta. Seorang teman mencibir, tidak ada sesuatu yang abadi di Jakarta kecuali kemacetan.Tidak berlebihan cibiran di atas. Kemacetan di Jakarta menjadi hal yang paling dikeluhkan warga Jakarta. Padahal sebenarnya aneh juga. Kemacetan ini sedikit banyak sebenarnya juga dari ulah mereka sendiri, yang terus menambah jumlah mobil pribadi. Lalu siapa yang harus dipersalahkan?"Rasanya tidak mungkin menjadikan Jakarta tidak macet. Kondisinya sudah kronis," ujar Riko, warga Jakarta yang apatis dengan kota yang telah ia tempati selama 20 tahun kepada detikcom, Rabu (17/10/2007).Kepada detikcom, sambil menikmati semangkuk es buah yang dijajajakan PKL di belakang apartemen The Peak at Sudirman, Riko merasa bosan dengan kemacetan yang selama ini menghiasi hari-harinya. Liburan lebaran kali ini pun, membuat Riko merasa seperti di surga saat kemacetan tak tampak lagi."Tapi itu hanya sebentar. Minggu depan mungkin sudah rame lagi. Jakarta memang bikin pusing," keluh Riko.Aneh. Warga Jakarta sendiri merasa muak tinggal di tempat kelahirannya. Tapi kenapa ribuan orang bahkan jutaan orang menginginkan tinggal di Jakarta untuk mencari penghidupan. Sekilas memang Jakarta menjanjikan pekerjaan. Kehidupana lebih baik akan terwujud jika seseorang hijrah ke Jakarta.Akibatnya, Jakarta yang telah sesak semakin padat dengan pendatang baru yang tidak memiliki ketrampilan. Dapat ditebak, gelandangan semakin menjamur akibat tingkat urbanisasi sangat tinggi.Dalam hatinya yang paling dalam, sebenarnya Riko mempunyai harapan tentang Jakarta ke depan, meski menurutnya sangat sulit untuk diwujudkan. "Jika Jakarta bebas macet seperti hari ini, alangkah senangnya tinggal di Jakarta," harap Riko.Tidak gampang mewujudkan keinginan Riko, dan mungkin jutaan warga Jakarta lainnya. Tapi tidak ada hal yang tidak mungkin di dunia ini. Untuk membuat perubahan, bisa kita mulai dengan hal yang kecil. Misalkan dengan berpartisipasi mengurangi jumlah kendaraan di Jakarta."Revolusi Perancis pun berawal dari obrolan kecil di sebuah warung kopi," pungkas Riko. (anw/ary)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads