Beri Temannya Ekstasi, Bocah 11 Tahun Diminta Ditahan
Selasa, 16 Okt 2007 15:25 WIB
Sydney - Bocah perempuan 11 tahun membagi pil berwarna pink yang ternyata ekstasi kepada 2 teman lelaki sekelasnya. Setelah memakan pil itu mereka bertiga mengalamai disorientasi dan pusing sehingga harus dilarikan ke RS.Tidak terima anaknya diberi ekstasi, para orangtua bocah lelaki itu pun menginginkan anak perempuan itu ditahan polisi.Veronika Palmer, teman orangtua anak laki-laki yang memakan ekstasi itu mengatakan, si bocah bisa saja meninggal akibat mengkonsumsi obat itu. "Itu sangat menyentuh. Perutnya harus dipompa. Saya bicara dengan ibunya, dan dia merasa sangat hancur," ujar Palmer, seperti dilansir dari news.com.au, Selasa (16/10/2007).Palmer juga tidak bisa menerima alasan si bocah perempuan yang mengira pil ekstasi itu permen rasa stroberi. "Dia tahu apa yang diambilnya. Dia mengambilnya dari tas kakaknya dan memberikannya (kepada 2 teman sekelasnya)," imbuh Palmer.Kini, polisi masih memeriksa 7 pil yang ditemukan di SD Windang, Wollongong, New South Wales, Australia. Orangtua ketiga anak itu juga masih diperiksa polisi."Ini sangat mengejutkan. Peristiwa ini menunjukkan 2 hal yang sangat tidak bertanggungjawab. Pertama, terkait kepemilikan dan yang kedua meninggalkan barang itu sehingga mudah diambil (si bocah perempuan). Ini jelas, seseorang telah melakukan hal yang bodoh," cetus Inspektur Polisi Bob Noble dari kepolisian New South Wales.Peristiwa bermula ketika bocah perempuan itu membawa beberapa pil berwarna pink ke sekolah pada 15 Oktober kemarin. Diduga, dia mengira pil tersebut adalah permen rasa stroberi. Di sekolah, dia membagi 'permen' tersebut kepada 2 temannya, bocah laki-laki berusia 10 tahun.Mereka memakan'permen' itu saat jam makan siang. Usai memakan 'permen' tersebut, ketiganya mengalamai disorientasi dan pusing. Akhirnya mereka dilarikan ke rumah sakit.
(nvt/umi)











































