Rumah Terbakar, 12 Keluarga Cilincing Lebaran di Kontainer
Selasa, 16 Okt 2007 15:04 WIB
Jakarta - Saat Lebaran yang harusnya bergembira, rumah dilalap api. Tak tahu ke mana lagi mengungsi, 3 buah kontainer menjadi pilihan. 3 Kontainer milik sebuah perusahaan kargo itu diisi oleh 12 kepala keluarga yang rumah mereka ludes terbakar di Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Senin (15/10/2007) pagi. Mereka terdiri dari 40 jiwa, termasuk di antaranya anak-anak.Kontainer yang mereka tempati masing-masing berukuran lebar 2 meter, tinggi 2,4 meter dan panjang 15 meter. Mereka menaruh tikar, kasur dan berbagai harta benda berharga yang masih bisa mereka selamatkan dalam kontainer itu. Kontainer itu pun menjadi tempat mereka berlebaran, menerima sanak-saudara yang datang dari jauh."Loh kok jadi ke sini?" tanya seorang pria berbaju koko kepada Lia (37), seorang warga korban kebakaran yang sedang duduk di pintu kontainer, Selasa (16/10/2007). "Nggak lihat TV ya? Rumah saya habis kebakaran," jawa Lia. Ternyata pria berbaju koko itu merupakan paman Lia yang tinggal di Warakas, Jakarta Utara.Lia hanyalah salah satu dari 40 jiwa yang menempati kontainer. Pilihan mengungsi ke kontainer ada tidak enaknya. Jika siang, terik matahari terasa sekali di dalam kontainer yang terbuat dari logam."Kalau malam, dingin sekali. Apalagi semalam hujan," cerita Lia.Bantuan makanan untuk lebih dari 1.000 warga korban kebakaran di Cilincing ini mulai berdatangan hari ini. Namun korban kebakaran mengaku masih kekurangan pakaian dan selimut. Selain itu, mereka juga mengeluh minimnya fasilitas MCK dan kekurangan air bersih.Tanah tempat rumah-rumah warga berdiri merupakan milik pengelola Pelabuhan Tanjung Priok. Mereka menempati tanah itu sejak 1985, sehingga sebagian besar rumah sudah permanen.Umumnya warga Kalibaru bekerja di sektor informal seperti kuli pelabuhan, pemulung, dan lain-lain. Suami Lia sendiri adalah seorang kuli pelabuhan.
(aba/nrl)











































