Ketika Kembar Memimpin Polandia
Selasa, 16 Okt 2007 12:27 WIB
Warsawa - Tahun 2005 lalu, kembar Lech dan Jaroslaw Kaczynski memenangkan Pemilu Polandia. Lech menjadi presiden, sedangkan Jaroslaw perdana menterinya.Keduanya berasal dari Partai Hukum dan Keadilan (Partai PiS) yang beraliran konservatif dan sangat nasionalis. Janji keduanya dalam Pemilu jika berkuasa adalah membuat Polandia lebih sejahtera dan bebas korupsi. Bagaimana realisasinya setelah dua tahun?Beberapa ekonom menyebut, pertumbuhan dinamis ekonomi Polandia sekitar 7 persen dan menurunnya angka pengangguran saat ini bukanlah hasil karya kembar Kaczynski. Hal itu adalah berkat bergabungnya Polandia dalam Uni Eropa Mei 2004, 18 bulan sebelum si kembar berkuasa. Sejak bergabung dengan Uni Eropa, miliaran euro masuk ke Polandia dari Ibukota Uni Eropa, Brussel, sehingga memancing investasi asing masuk.Seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (16/10/2007), beberapa analis melihat kembar Kaczynski sesungguhnya telah menyia-nyiakan 2 tahun kekuasaannya. Mereka gagal melakukan reformasi perpajakan, administrasi yang kacau, dan pelayanan kesehatan yang minim.Sebaliknya, kembar Kaczynski berupaya membuktikan janjinya untuk menciptakan "Republik Keempat", sebuah istilah yang mereka gunakan untuk membedakan dengan kehidupan politik 1989-2005. Tesis si kembar adalah sebelum mereka berkuasa pada 2005, kehidupan politik Polandia dikuasai aliansi diam-diam kalangan liberal anti komunis, bekas komunis dan 'oligarki' dunia bisnis.Kampanye seperti itu membuat rakyat Polandia yang capek dengan skandal korupsi pemerintahan bekas komunis memilih si kembar dalam Pemilu 2005. Ketika berkuasa, si kembar pun langsung membubarkan intelijen polisi militer yang dianggap sebagai bagian dari kekuasaan lama itu.Si kembar juga merancang sebuah UU yang memaksa 700 ribu rakyat Polandia bersaksi bahwa mereka memiliki hubungan dengan polisi rahasia komunis sebelum 1989. Akhirnya UU ini dibatalkan oleh Mahkamah Agung Polandia karena dianggap inkonstitusional.Untuk memerangi korupsi, si kembar membentuk pasukan anti-gratifikasi yang disebut CBA. Namun banyak pakar mengatakan, efek pasukan ini terhadap pemberantasan korupsi tidak banyak."Mereka hanya memerangi gejala, bukan penyebab korupsinya," kata sosiolog Edmund Wnuk-Lipinski, yang terlibat dalam penelitian oleh para pendukung anti-gratifikasi.Pemilu parlemen yang digelar Minggu (14/10/2007) lalu adalah saatnya untuk membuktikan kiprah si kembar. Pemilu ini merupakan keberhasilan oposisi Civic Platform (PO) yang hanya kalah sedikit dalam Pemilu 2005 lalu.Kemenangan tipis ini membuat PiS harus menggalang koalisi dengan dua partai lainnya, sebuah partai kanan ekstrem dan sebuah partai populis. Keduanya jelas tidak cocok dengan PiS yang sangat katolik dan nasionalis sehingga membuat koalisi ini goyah Agustus lalu dan si kembar terpaksa harus mengadakan Pemilu parlemen.Di luar negeri, citra si kembar juga kurang baik. Kolega-koleganya pemimpin Uni Eropa lainnya sering berbeda pendapat dengan mereka. Si kembar dikenal sebagai keras kepala, sehingga membuat posisi Uni Eropa semakin mengeras terhadap Rusia.Di lain sisi, sikap mereka yang skeptis terhadap masa depan Uni Eropa juga tak mendatangkan kemajuan Uni Eropa. Si kembar pun tak henti-hentinya bersikap ketus terhadap tetangganya, Jerman, dan bahkan menghidupkan lagi bahasa 'era komunis' bahwa Jerman ingin menguasai Eropa.
(aba/nrl)











































