Wisatawan Diminta Waspadai Arus Bawah di Pelabuhan Ratu
Selasa, 16 Okt 2007 08:13 WIB
Jakarta - Ombak di kawasan wisata Pelabuhan Ratu memang terkenal sering menelan korban jiwa. Namun hal itu tidak menyurutkan niat pengunjung mendatangi pantai-pantai di Selatan Jawa Barat itu.Edot (19) warga Cipayung, Depok, Jawa Barat merupakan korban terakhir dari ganasnya ombak di Pelabuhan Ratu. Ketika asyik berenang di Pantai Kebon Kelapa, Citepus, sekitar pukul 13.45 WIB, Senin 15 Oktober kemarin, ombak tiba-tiba datang menggulung kekasihnya Fitri (16) warga Citayam, Depok.Edot yang hendak menolong justru terseret arus dan kemudian tenggelam. Jenazahnya hingga kini belum ditemukan.Sebenarnya, kejadian seperti ini bisa dihindari jika para wisatawan yang berenang di pantai mematuhi tanda-tanda larangan dan himbauan petugas balawista.Selain itu, bagi Anda yang akan berwisata ke Pelabuhan Ratu, ada baiknya Anda memahami karakteristik pantai dan ombak di Laut Selatan."Ombak biasanya terlihat tenang. Tapi tiba-tiba sering muncul arus bawah yang bisa menyeret orang yang berenang," jelas Kepala Polisi Air Pelabuhan Ratu Aiptu Rukiman yang dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (16/10/2007).Seringkali, lanjut Rukiman, pengunjung tidak sadar saat sedang asyik berenang. "Mereka tidak mematuhi larangan dan berenang agak ke tengah. Kalau arus bawah tiba-tiba datang biasanya agak sulit untuk selamat," tuturnya.Untuk itu, Rukiman mengimbau, agar para pengunjung memerhatikan dan mematuhi semua rambu-rambu peringatan yang dipasang petugas. "Ada 7 titik rawan yang kita identifikasi. Semuanya sudah kita kasih tanda berupa papan peringatan," ungkapnya.Diakui dia, petugas seringkali kesulitan mengontrol dan mengingatkan pengunjung karena panjangnya pantai di kawasan Pelabuhan Ratu. "Pengunjung tahun ini membludak dibanding tahun lalu. Kemarin saja jumlahnya sekitar 20 ribu orang dan kami harus mengawasi pantai sepanjang 20 kilometer," pungkas Rukiman.
(bal/bal)











































