Safari Lebaran Kalla Tidak Langgar Etika Politik
Senin, 15 Okt 2007 16:57 WIB
Jakarta - Safari Lebaran yang dilakukan Wakil Presiden Jusuf Kalla tidak melanggar etika politik. Kalla tidak pernah menyinggung masalah politik dalam pertemuan tersebut.Penilaian itu disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Saifullah Yusuf, usai syukuran film Laksamana Cheng Ho, di Mojokerto, Jawa Timur, Senin (15/10/2007)."Kunjungan yang dilakukan Pak Jusuf Kalla lebih bersifat Silaturrahim belaka. Dengan silaturrahim itu, justru diharapkan bisa melahirkan kebijakan-kebijakan yang berpihak pada rakyat," kata Saifullah. Menurut Saifullah, siapapun berhak menafsirkan Safari Lebaran yang dilakukan Kalla. Termasuk menilai hal tersebut sebagai bentuk kampanye menjelang pilpres 2009. Yang jelas, sambung Saifullah, sejauh ini Kalla tidak pernah menyebut kembali mencalonkan diri dalam pilpres 2009. "Jadi secara etika politik, safari yang dilakukan wapres tidak melanggar etika politik," kata Gus Ipul.Seandainya Safari Lebaran itu digunakan Kalla sebagai ajang kampanye, itu pun bukan masalah. Sangat wajar seorang calon pemimpin mengenalkan diri kepada rakyatnya."Dengan waktu dua tahun, saya kira safari tersebut tidak bisa dikatakan terlalu dini. Sebab saya menilai, saat ini memang sudah waktunya bagi setiap calon pemimpin, untuk memperkenalkan diri dengan rakyat," kata Saifullah.
(bdh/djo)











































