Pengamat: Safari Lebaran Kalla Turunkan Tensi Politik

Pengamat: Safari Lebaran Kalla Turunkan Tensi Politik

- detikNews
Senin, 15 Okt 2007 08:48 WIB
Jakarta - Langkah Wakil Presiden Jusuf Kalla mengunjungi sejumlah mantan Presiden dan tokoh politik nasional termasuk seterunya Akbar Tandjung bisa ditafsirkan macam-macam. Tapi setidaknya hal itu dinilai mencairkan suasana dan menurunkan tensi politik yang memanas sebelum Lebaran."Momen Idul Fitri bisa menjadi legitimasi untuk kunjungan silaturahmi. JK dengan caranya sendiri telah melakukan upaya cooling down dulu suasana politik yang memanas selama bulan puasa kemarin," kata Direktur Indo Barometer Muhammad Qodari dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (15/10/2007).Safari Lebaran Kalla, dalam penilaian Qodari, merupakan sebuah contoh bagaimana pemimpin seharusnya berkomunikasi dan membangun hubungan dengan tokoh-tokoh politik sekalipun mereka merupakan tokoh yang berseberangan dengan pemerintah.Namun, dia menambahkan, agak sulit bagi publik untuk menerka-nerka, keuntungan apa yang bisa diperoleh Kalla dari silturahmi politik tersebut."Agak susah untuk melihat apa hasilnya. Karena kalau itu dinilai sebagai upaya untuk membangun kerjasama terkait Pilpres 2009, semua tokoh melakukan hal yang sama juga," ujar Qodari."Kita tahu Gus Dur bertemu Megawati. PAN bertemu dengan sejumlah tokoh, Sutiyoso juga. Jadi sekarang ini memang bisa disebut ajang penjajakan menjelang 2009," imbuhnya.Apa SBY tidak takut tersaingi dengan langkah JK ini? "Saya kira tidak. Pasti sudah ada komunikasi diantara keduanya," tukasnya.Jika memang ini direncanakan, Qodari yakin, langkah JK tersebut justru sebagai bagian dari upaya mengamankan duet kepemimpinan nasional hingga masa tugas mereka berakhir pada 2009."Banyak tokoh-tokoh yang didatangi itu merupakan pengkritik pemerintah. Jadi ini bisa juga dinilai juga sebagai upaya meredakan ketegangan dan membangun komunikasi pemerintah dengan mereka," simpul Qodari.Terkait rencana safari Lebaran JK ke 9 provinsi, Qodari juga tidak yakin itu berkaitan dengan Pilpres 2009. "Sebagai pemimpin, JK tidak butuh forum-forum seperti itu untuk mempublikasikan dia," nilainya."Sikap yang ditunjukkan pengurus Partai Golkar selama ini kan jelas. Mereka baru akan mengumumkan capresnya pada 2009 mendatang," pungkas Qodari. (bal/bal)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait