Pedagang Bunga di TPU Raup Rejeki Nomplok
Minggu, 14 Okt 2007 16:30 WIB
Jakarta - Banyaknya penziarah di Taman Pemakaman Umum (TPU) pada hari Lebaran dimanfaat sejumlah orang berjualan aneka keperluan ziarah, seperti bunga. Sehari mereka bisa untung Rp 100 ribu."Sehari bisa laku 100 kantong. Lumayan dapat untung Rp 100 ribu," tutur Rahma, salah satu pedagang bunga yang ditemui detikcom di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Minggu (14/10/2007).Dagangan kembangnya dia jual Rp 2.500 perkantong, air mawar Rp 3 ribu, dan kuntum melati Rp 15 ribu. "Kalau hari ini baru laku 30 kantong," imbuhnya.Sementara menurut seorang peziarah, Yasih warga Utan Kayu, Jakarta Timur dirinya sengaja memilih hari ini datang ke makam ibunya. Dia datang bersama suami dan anak-anaknya karena baru ada waktu luang."Kemarin sibuk, jadi sempatnya sekarang. Ya saya rutin tiap tahun begini," tandasnya.Dibandingkan kemarin, suasana TPU Pondok Ranggon pada H+1 ini memang jauh lebih sepi. Hari ini tak lagi terlihat antrean kendaraan para penziarah."Kemarin pas lebaran sampai ribuan peziarah yang datang," kata petugas TPU Pondok Ranggon Boih S Wibowo.Bahkan, lanjut Boih, jalanan di sekitar lokasi pemakaman yang ada sejak tahun 1985 ini macet. "Tempat parkir juga sampai penuh sama motor dan mobil dari pagi sampai sore," tambahnya.Dari 100 hektar lahan yang ada di TPU Pondok Ranggon, baru 58 hektar yang terpakai. Di TPU ini terdapat 10 ribu makam, untuk umat Islam, Kristen, dan Budha. Sebanyak 3 ribu di antaranya adalah makam orang Islam."Sekarang yang ramai hanya para pengantar jenazah asja. Sudah ada 14 orang yang dimakamkan," tutur Boih yang sudah 10 tahunan bekerja mengurus makam.
(ndr/djo)











































