Prabowo Ungkap Alasan Sering Kunjungan ke Luar Negeri

Prabowo Ungkap Alasan Sering Kunjungan ke Luar Negeri

Eva Safitri - detikNews
Senin, 23 Mar 2026 16:53 WIB
Presiden Prabowo dalam diskusi bersama jurnalis dan pengamat yang ditayangkan di YouTube Prabowo Subianto, Minggu (22/3/2026).
Presiden Prabowo dalam diskusi bersama jurnalis dan pengamat yang ditayangkan di YouTube Prabowo Subianto, Minggu (22/3/2026). (Foto: Dok. Bakom RI)
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto menjelaskan alasan dirinya kerap melakukan lawatan ke luar negeri saat memimpin Indonesia. Ia mengatakan lawatannya itu untuk menjaga hubungan baik dengan semua negara demi kepentingan rakyat, termasuk lapangan kerja

Prabowo awalnya menjelaskan posisi Indonesia di kancah global tergolong strategis. Selain menjadi negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia, Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah.

Menurutnya, sejak ratusan tahun lalu wilayah Nusantara telah menjadi jalur perdagangan penting yang menghubungkan berbagai kawasan, mulai dari Asia hingga Afrika. Kondisi tersebut membuat Indonesia kerap menjadi incaran negara-negara besar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Indonesia banyak kayu waktu itu. Jadi mereka semua ke Indonesia ke gugusan pulau waktu itu kan. Mereka ke pulau timur, ambil kayu-kayu kita yang bagus. Superpower waktu itu ya, Spanyol, Portugis,Prancis, Belanda, Inggris. Semua ke sini. Jadi kita ini dari dulu selalu menjadi apa ya, tujuan bahkan inceran karena kekayaan kita gitu loh," kata Prabowo dalam diskusi bersama jurnalis dan pengamat yang ditayangkan di YouTube Prabowo Subianto, Minggu (22/3/2026).

ADVERTISEMENT

Dalam konteks saat ini, Prabowo menilai Indonesia perlu menjaga hubungan baik dengan banyak negara. Ia menyebut keanggotaan Indonesia di berbagai forum internasional seperti ASEAN, G20, hingga OKI menuntut kehadiran aktif pemimpin negara dalam berbagai pertemuan global.

"Nah kita akhirnya kita harus punya hubungan baik dan banyak negara. Kita anggota ASEAN ya. Asia itu 10 negara loh, sekarang 11. Tapi kita juga apa? Kita anggota G20, 20 negara. Habis itu kita apalagi? Kita anggota OKI. Habis itu kita G...kita ikut banyak. Nah, kalau kita diundang kita tidak datang kan enggak bagus. Iya kan?" ujarnya.

Oleh karena itu, ia bicara pentingnya menjaga hubungan baik dengan semua negara. Prabowo menepis anggapan dirinya suka jalan-jalan. Ia menegaskan tujuan lawatannya untuk kepentingan rakyat.

"Nah, makanya setiap presiden Indonesia ya capek, disangka saya suka jalan-jalan ke situ, dan juga saya jalan-jalan untuk menjaga rakyat saya, untuk menjaga apa? lapangan kerja," ujarnya.

Prabowo juga menekankan pentingnya diplomasi langsung di tingkat pemimpin untuk mempercepat kesepakatan strategis. Ia mencontohkan perundingan kerja sama ekonomi komprehensif atau CEPA dengan Uni Eropa dan Kanada yang membuka akses pasar lebih luas bagi produk Indonesia. Setelah 10 tahun, akhirnya perjanjian itu selesai di eranya.

"Aku kalau nggak lobi, tentunya menteri-menteri yang kerja. Di ujungnya saya harus datang. Iya kan? ke raja Belgia, ke raja Belanda, ke Uni Eropa. Akhirnya kita punya perdagangan CEPA kita agak lancar. 10 tahun loh. Kita tembus ya, kita sama Kanada, CEPA juga perdagangan ya untuk buka. Sekarang kita punya barang-barang 0% ke Kanada, ke Uni Eropa. artinya apa? Sepatu kita, tekstil kita, yang tadinya terancam, sekarang kita punya peralihan," ujarnya.

Ia menambahkan, dalam situasi global saat ini, geopolitik telah bergeser menjadi geo-ekonomi. Menurutnya, hubungan baik antarnegara menjadi sangat penting untuk menghindari tekanan sekaligus memperkuat posisi tawar Indonesia.

"Jadi kalau Anda hubungannya tidak baik, Anda dapat tekanan macam-macam," ujarnya.

"Jadi, kenapa saya ingin perkuat ekonomi kita transformasi dan sebagainya. Supaya kita satu tidak bisa dibentak-bentak," lanjut Prabowo.

Tonton juga video "Prabowo: Semua Mobil-motor Pakai Listrik, Orang Kaya Silakan Isi Bensin"

(eva/imk)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads