Petasan dan Kembang Api Masih Ramaikan Lebaran di Jakarta

Petasan dan Kembang Api Masih Ramaikan Lebaran di Jakarta

- detikNews
Sabtu, 13 Okt 2007 23:39 WIB
Jakarta - Meski Lebaran hari pertama telah usai, bunyi petasan dan ledakan kembang api masih menghiasi langit Jakarta. Padahal pemerintah sudah mengeluarkan larangan tegas terhadap kegiatan ini.Pantauan detikcom, Sabtu (13/10/2007) malam, di kawasan Pasar Minggu dari arah Pancoran, Jakarta Selatan, masih terlihat ledakan kembang api yang dinyalakan warga.Ada yang hanya berupa mercon dengan semburan api, atau lebih dikenal dengan sebutan petasan air mancur, namun ada juga ledakan yang berwarna-warni layaknya kembang api di malam perayaan tahun baru.Memang jumlahnya jauh menurun dibandingkan Jumat 12 Oktober kemarin malam. Namun percikan kembang api di langit ini cukup mengundang perhatian para pengendara. Tak sedikit yang terganggu konsentrasinya karena kaget, atau terkagum-kagum.Walaupun kegiatan ini sebetulnya dilarang, namun petasan atau kembang api dengan mudah dapat diperoleh warga dengan harga relatif murah.Di malam takbiran kemarin, tak sedikit warga Ibukota yang berkeliling di jalan-jalan utama sambil menyalakan kembang api.Sejak seminggu menjelang lebaran, di sepanjang jalan yang melintasi Pasar Minggu baik arah menuju Lenteng Agung maupun sebaliknya, para pedagang asongan berjejer di pinggir jalan.Mereka menawarkan mercon dan kembang api beraneka ragam. Dari yang berukuran sebesar jari tangan, hingga yang berukuran sebesar botol minuman.Harganya pun bervariasi berkisar antara Rp 5.000-Rp 35.000. Harga tersebut memang menentukan jenis ledakan dan variasi warna yang ditampilkan kembang api.Para pedagang ini meraup untung yang lumayan. Jumlahnya bisa mencapai ratusan ribu rupiah dari modal awal mereka. Beberapa pedagang yang ingin memperoleh untung lebih banyak secara sembunyi-sembunyi menawarkan petasan. Karena harganya cukup murah dibandingkan kembang api.Selain itu petasan lebih banyak dicari para pembeli yang berusia remaja. Karena ada larangan penjualan petasan, para pedagang biasanya menyembunyikan barang tersebut di balik kardus tempat menyimpan kembang api. Sebagian mereka simpan di tempat terpisah dan disembunyikan di suatu tempat.Jika ada pembeli yang menanyakan, dan tawar menawar harga cocok, baru mereka berani mengeluarkan petasan dari tempat persembunyiannya. "Biar kalau ada razia polisi kita tidak kena. Bisa rugi banyak Mas kalau barang kita disita," ungkap seorang pedagang yang enggan menyebutkan namanya.Pedagang tersebut mengaku hanya berjualan secara musiman. Terutama menjelang lebaran atau malam pergantian tahun. "Kalau hari biasa kurang laku," tandasnya. (bal/bal)


Berita Terkait