Rezeki di Open House SBY
Sabtu, 13 Okt 2007 23:01 WIB
Jakarta - Open house yang digelar Presiden SBY di Istana Negara punya arti tersendiri bagi sebagian orang. Mereka mengaku mendapar rezeki nomplok.Tengok saja apa yang dialami Baharudin (28), Deni (23) dan Egih (23). Ketiga penderita cacat tubuh ini datang jauh-jauh dari Malingping, Banten, dengan sepeda motor vespa yang sudah dimodifikasi sehingga bisa dinaiki tiga orang.Mereka harus menempuh perjalanan selama 12 jam bertemu dengan orang nomor satu Indonesia itu. Belum lagi jika melihat bentuk kendaraan yang ditumpangi, agaknya mereka cukup 'tersiksa' selama perjalanan.Tapi tekad ketiganya untuk bertemu SBY mengalahkan segalanya. Tujuan mereka hanya satu, ingin minta modal usaha kepada sang Presiden. "Kami tidak punya keahlian dan modal untuk usaha," ujar Baharudin kepada detikcom di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Sabtu(13/10/2007).Baharudin cs bercita-cita membuka toko kelontong di kampungnya. Jika berhasil, mereka juga ingin menolong para pengangguran di daerahnya.Gayung bersambut. Usai bertemu SBY, Baharudin tampak ceria. Di kantongnyatampak segepok uang terbungkus amplop putih."Ini tadi langsung diberikan oleh Presiden," katanya bahagia.Berapa besarnya? Baharudin enggan menyebutkan jumlahnya. Yang jelas, jumlahnya cukup untuk modal usaha. "Mudah-mudahan nasib saya berubah," tutur Baharudin sambil berlalu.
(rdf/bal)











































