Titip Surat dan Mafia Peradilan di Open House Istana Negara
Sabtu, 13 Okt 2007 16:53 WIB
Jakarta - Macam-macam polah warga yang berkesempatan bertemu langsung Presiden SBY dan keluarga di Istana Negara. Mulai dari titip surat, cium tangan sampai berteriak soal mafia peradilan."Ini ada surat, Pak. Tolong dibantu," ujar seorang pemuda menyisipkan sebuah surat ke tangan SBY saat bersalam di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Sabtu (13/10/2007).SBY yang mengenakan baju batik berwarna merah dengan nuansa coklat itu pun terlihat mengangguk. Pemuda itu lalu berlalu.Kali berikutnya, ada lagi yang mencium tangan SBY ketika bersalaman. Lebih lucu lagi, ketika seorang pemuda berumur 20-an tahun berkata setengah berteriak ketika di dekat SBY."Bapak saya korban mafia peradilan. Tolong dibasmi, Pak," kata sang pemuda dengan semangat di depan SBY.Jika warga membawa anak-anak, SBY dan Ibu Ani Yudhoyono pasti sambil mengelus atau mencubit pipinya. Sang anakpun sedikit malu menerima perlakuan itu.Selain berkesempatan menyalami SBY, warga juga bisa menyalami Ibu Ani Yudhoyono, Edy Baskoro dan menantu SBY, Annisa Pohan. Edy Baskoro terlihat mengenakan seragam yang sama dengan bapaknya. Sementara pakaian Annisa berwarna senada dengan ibu Ani Yudhoyono.
(aba/djo)











































