Lebaran di Libanon, Kontingen Garuda Kangen Anak & Istri

Lebaran di Libanon, Kontingen Garuda Kangen Anak & Istri

- detikNews
Sabtu, 13 Okt 2007 14:40 WIB
Lebaran di Libanon, Kontingen Garuda Kangen Anak & Istri
Beirut - Pasukan Kontingen Garuda XXIII-A yang sedang bertugas di Libanon merayakan Hari Raya Idul Fitri Jumat (12/10/2007) kemarin. Rasa kangen terhadap keluarga merebak di antara para tentara pemelihara perdamaian itu.Sebetulnya pada Kamis (11/10/2007) malam, pasukan Indonesia itu masih melaksanakan salat tarawih berjamaah karena belum mendapatkan informasi kapan 1 Syawal 1428 H. Lalu setelah tarawih dilakukan, datanglah informasi dari KBRI di Beirut bahwa sidang ulama Libanon memutuskan 1 Syawal 1428 jatuh pada Jumat (12/10/2007)."Sehingga setelah pelaksanaan tarawih dilanjutkan dengan gema takbir menyambuthari kemenangan tersebut," kata Perwira Penerangan Konga XXIII-A Letkol Muhammad Irawadi dalam pernyataan tertulis ke redaksi detikcom, Sabtu (13/10/2007).Jumat pagi, Salat Idul Fitri lalu digelar tersendiri oleh para anggota Kontingen Garuda yang beragama Islam. Khatibnya adalah Letkol (Tit) A Munim dan imam Serka Saeroji.Selesai khatib menyampaikan ceramahnya, kegiatan dilanjutkan dengan berjabat tangan untuk saling memaafkan dan menikmati makanan khas Idul Fitri seperti opor ayam, lontong dan rendang menjadi menu utama.Nah, saat itulah rasa kangen para tentara yang sudah lebih dari setengah tahun bertugas di negeri orang itu hadir. Serka Saidun Gultom misalnya, merasa rindu dengan keluarga besarnya."Secara pribadi tentu saya merasa rindu dengan keluarga, karena hal tersebut telah menjadi tradisi untuk berkumpul bersama, terutama setelah Salat Id. Namun sebagai prajurit saya tetap harus mengutamakan tugas," kata Gultom yang juga Dansimayon Yonif 328 Kostrad itu.Hanya hubungan telepon saja yang bisa dilakukan Gultom untuk menutupi rasa kangen pada istri dan putra semata wayangnya yang berumur 3 tahun. Sabtu ini, ketika Indonesia sudah berlebaran, Gultom berjanji akan menelepon kembali.Begitu juga yang dirasakan prajurid kepala Wazid yang memiliki keluarga di Surabaya, Jawa Timur. Lebaran jauh dari rumah ini merupakan pengalaman pertama Wazid setelah beristri dan memiliki satu anak. Wazid teringat pada putrinya yang baru berumur setahun belajar mengenakan jilbab."Lucu sekali dan saya sering membetulkan dan merapikan jilbabnya," ujar prajurit asal Magelang tersebut seperti disampaikan secara tertulis."Namun disini kami tetap gembira karena Insya Allah, kami akan menyelesaikan tugas tidak lama lagi. Kami mohon doa restu dari masyarakat Indonesia agar kami dapat menyelesaikan tugas mulia ini dengan berhasil dan selamat," pinta Wazid. (aba/djo)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads