"Dan perlu saya luruskan juga ya bahwa apa namanya itu berlakunya nanti kan untuk sektor-sektor tertentu ya. Jadi supaya tidak disalahpahami bahwa misalnya sektor yang berbentuk pelayanan, sektor industri, perdagangan tentu itu kan mungkin tidak menjadi bagian dari kebijakan-kebijakan tersebut," kata Mensesneg Prasetyo Hadi kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Sabtu (21/3/2026).
Pras menyebutkan teknis WFH masih dimatangkan sampai saat ini. Ia memohon waktu untuk selanjutnya diumumkan ke publik.
"Makanya minta waktu untuk itu kita matangkan," ujarnya.
Pras menegaskan adanya kebijakan WFH ini bukan berarti stok BBM di Indonesia bermasalah. Menurut dia, momentum ini merupakan kesempatan untuk mengoreksi diri sekaligus menyusun langkah-langkah yang lebih efektif ke depan.
"Pasokan BBM aman. Tetapi kita ingin menjadikan momentum ini bagian dari untuk kita mengoreksi diri, memperbaiki diri, mengefisienkan diri," ucapnya
Lebih lanjut, Pras menekankan WFH akan difinalisasi dan diumumkan kepada masyarakat.
"Mungkin dalam waktu dekat rumusan kebijakan itu akan kita finalkan dan kita sampaikan kepada masyarakat. Berkenaan dengan yang tadi disampaikan itu adalah salah satu, salah satu bentuk mungkin akan diberlakukan untuk work from home, paling tidak satu, satu hari dalam satu minggu," ujarnya.
Simak juga Video Pemerintah Bakal Terapkan Skema Kerja WFH 1 Hari dalam Sepekan
(eva/aud)











































