Kalla Bahas Penyamaan 1 Syawal dengan Din Syamsuddin
Jumat, 12 Okt 2007 23:16 WIB
Jakarta -
Selain untuk bersilaturahmi, kedatangan Wakil Presiden Jusuf Kalla ke kediaman Ketua Umum PP Muhammdiyah Din Syamsuddin ternyata membahas penetapan 1 Syawal di Indonesia agar tidak berbeda."Pokoknya saya datang kesini untuk silaturahmi kepada Pak Din Syamsuddin. Juga membicarakan masalah mengenai kebersamaan antara organisasai NU dan Muhammadiyah mengenai Idul Fitri, supaya tanggalnya sama," ungkap Kalla di usai pertemuan di kediaman Din, Kompleks Pejaten Elok, Warung Buncit Indah, Jakarta Selatan, Jumat (12/10/2007).Tak hanya itu, Kalla juga mengatakan, dalam pertemuan yang berakhir pukul 22.30 WIB itu, dirinya membahas masalah-masalah ekonomi, khususnya terkait peningkatan pemberdayaan UKM melalui kerjasama NU-Muhammdiyah."Daripembicaraan tadi, kita sudah sepakat bahwa NU dan Muhammadiyah sudah sepakat meningkatkan kapasitas UKM. khususnya di daerah-daerah," imbuh Kalla.Sementara Din menyatakan, kedatangan Kalla ke rumahnya merupakan suatu kehormatan bagi Muhammadiyah. "Dia menunjukkan simpati yang besar. Saya sendiri mengakui Pak Jusuf Kalla merupakan figur pemimpin yang baik. Yang mengayomi masyarakatnya. yang selalu mendorong rekonsialiasi, persatuan, dan kebersamaan masyarakatnya," papar Din.Kalla, lanjut Din, merupakan tokoh yang getol mendorong agar NU dan Muhammadiyah bersatu. "Pak Jusuf Kalla mau agar keduanya bersatu seperti dalam menjalankan pemberdayaan program ekonomi."Namun menurut Din, kerjasama di bidang ekonomi antara Muhammadiyah dengan NU merupakan program yang sudah dilakukan. Dia menyebutkan, pilot project program ini sudah dilakukan antara Universitas Muhammadiyah Malang dengan sebuah pesantren NU di Malang."Ini akan kita kembangkan juga di Yogyakarta, antara Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dengan pesantren NU di Yogyakarta," pungkas Din.
(bal/bal)










































