×
Ad

4 Hal soal Rencana WFH 1 Hari dalam Seminggu Diterapkan Usai Lebaran

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 21 Mar 2026 08:37 WIB
Kondisi jalan protokol saat penerapan kebijakan work from home (WFH) dan pembelajaran jarak jauh (PJJ), Senin (1/9/2025). (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto menekankan penghematan BBM di tengah konflik Timur Tengah. Menindaklanjuti arahan tersebut, pemerintah akan menerapkan kebijakan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan.

Arahan Prabowo itu sebelumnya disampaikan dalam sidang kabinet di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026). Prabowo memastikan pasokan energi Indonesia kini masih terbilang aman, namun tetap perlu langkah-langkah proaktif.

"Kita tidak bisa menganggap bahwa apapun terjadi kita aman, ya kita bersyukur kita aman, tapi kita tidak ada upaya untuk mengurangi konsumsi BBM kita. Banyak negara-negara sudah melakukan langkah-langkah. Banyak negara sudah melakukan langkah-langkah, kata Prabowo.

Prabowo lantas membeberkan cara langkah yang diambil Pakistan yang memotong hari kerja menjadi 4 hari. Kemudian memotong gaji menteri demi efisiensi.

"Jadi mereka menganggap ini sudah kritis jadi dikatakan critical measures. Seolah-olah bahwa ini bagi mereka adalah ini dulu seperti kita dulu COVID. Mereka melaksanakan work from home untuk semua kantor, pemerintah maupun swasta, 50% bekerja dari rumah. Kemudian hari kerja mereka potong jadi hanya empat hari," bebernya.

"Mereka bahkan mengurangi gaji untuk anggota kabinet, untuk anggota DPR dan semua penghematan gaji ini dikumpulkan untuk membantu kelompok yang paling rentan atau lemah," lanjutnya.

Atas dasar hal itu, pemerintah berencana menerapkan WFH. Kebijakan WFH itu disampaikan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat bersama Presiden Prabowo Subianto, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (19/3/2026). Berikut hal-hal terkait rencana WFH tersebut.




(eva/ygs)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork