Isak Tangis Kembali Warnai Peringatan 5 Tahun Bom Bali I
Jumat, 12 Okt 2007 12:48 WIB
Denpasar - Puluhan keluarga korban memperingati tragedi Bom Bali I di Legian, Kuta, Bali. Sepert peringatan sebelumnya, acara ini pun kembali diwarnai isak tangis.Peringatan Bom Bali I tersebut dipusatkan di Monumen Bom Bali, Jl Legian, Kuta, Jumat (12/10/2007). Puluhan orang yang tergabung dalam Paguyuban ISANA (Istri, Suami, dan Anak) korban Bom Bali I datang dengan mengenakan pakaian adat. Mereka membawa sesajen dan aneka makanan.Di Monumen Bom Bali, tepatnya di tepi kolam, keluarga korban berdoa dengan khusyuk. Mereka juga mengenang peristiwa keji tersebut dengan seksama. Di saat itulah, perlahan-lahan terdengar isak tangis.Suara isak tangis semakin kencang saat para peserta memandangi altar yang bertuliskan nama-nama korban tewas. Sesekali terdengar para peserta upacara memanggil nama keluarga mereka yang telah tiada."Kami mendesak pemerintah segera mengeksekusi Amrozi," kata Wayan Rasni, janda korban bom Bali. Suami Rasni bekerja sebagai satpam di Sari Club, salah satu lokai peledakan bom Bali I.Acara peringatan Bom Bali I in dihadiri oleh sejumlah tokoh. Salah satunya tampak hadir, mantan ketua tim investigasi kasus Bom Bali I, Komjen Pol Made Mangku Pastika.Konjen Australia Dijaga KetatPeringatan tragedi Bom Bali I juga dilaksanakan di Konjen Australia, Jl Mpu Tantular, Denpasar. Selama acara berlangsung, Konjen Australia dijaga sangat ketat.Acara ini dihadiri sejumlah keluarga korban dari negara asing, terutama Australia.Wakil Menteri Australia, Hon Greg Hunt, yang hadir dalam acara tersebut menegaskan, Australia tidak akan melakukan intervensi terhadap penegakan hukum kasus ini. "Kami juga tidak mendukung upaya pengurangan hukuman terhadap para terdakwa," ungkap Hunt.
(djo/djo)











































