Pepabri 'Tagih' Rusun Pensiunan TNI ke Wapres
Kamis, 11 Okt 2007 18:44 WIB
Jakarta - Setelah lama tidak ada kejelasan, rencana pembangunan rusun murah bagi purnawirawan TNI kembali terdengar. Kali ini jajaran DPP Persatuan Purnawirawan ABRI (Pepabri) 'menagih' realisasi proyek tersebut.'Tagihan' ini disampaikan Ketua Umum DPP Pepabri Putra Astaman kepada Wapres Jusuf Kalla dalam pertemuan di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (11/10/2007). "Purnawirawan ini juga berjuang dan berkorban. Tapi di akhir pengabdiannya tidak punya rumah. Mestinya ada undang-undang yang mendasari kalau sudah mengabdi 35 tahun, berhak mendapatkan rumah, apapun tipe dan bentuk yang sederhana sekalipun," kata Putra Astaman ditemui wartawan usai menemui Kalla.Menurutnya Wapres Jusuf Kalla sangat memahami dan menyambut baik permintaan Pepabri itu. Pembiayaan pelaksanaan rusun khusus purnawirawan dapat menggunakan dana Asabri."Akumulasi dana keuntungan yang sedemikan besar, kalau tidak disalurkan dengan baik maka akan terjadi penyalahgunaan," kata Putra mengulang pernyataan Kalla.Proyek rusun untuk pensiunan sudah muncul sejak awal pemerintahan SBY-Kalla. Konsorsium bank bahkan telah dibentuk untuk membiayainya dan Pemda DKI menyanggupi untuk pengadaan lahannya.Proyek ini merupakan bagian dari proyek 1000 tower yang akan dikembangkan di beberapa kota. Rencananya rusun khusus purnawirawan akan dibangun di Berlan, Matraman, Jakarta Timur. Namun karena para purnawirawan yang menempati rumah dinas di lokasi itu menolak untuk dipindahkan, maka proyek rusun pun terbengkalai.
(aba/fay)











































